BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur melepas keberangkatan 11 calon jemaah haji yang terdiri dari wartawan dan pengurus PWI Jatim. Pelepasan dilakukan dalam suasana khidmat melalui acara tasyakuran di Gedung Graha PWI Jawa Timur, Surabaya, Kamis (30/4/2026).
Rombongan dijadwalkan masuk gelombang pertama pemberangkatan dan akan bertolak ke Tanah Suci pada 5 Mei 2026.
Momentum ini menjadi penanda meningkatnya partisipasi wartawan Jawa Timur dalam menunaikan ibadah haji dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas keberangkatan para jemaah.
Ia menyoroti panjangnya masa tunggu yang harus dilalui para calon haji sebelum akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Baitullah.
“Ini adalah perjalanan spiritual yang mulia. Selain menjalankan rukun Islam kelima dengan khusyuk, saya berpesan agar seluruh jemaah menjaga sikap dan perilaku,” ujar Lutfil.
Menurutnya, identitas sebagai wartawan melekat dalam setiap aktivitas, termasuk saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Karena itu, para jemaah diminta mampu menjaga nama baik profesi sekaligus membawa citra positif pers Indonesia, khususnya dari Jawa Timur.
“Sebagai wartawan, kita adalah representasi masyarakat. Jadilah duta yang mencerminkan integritas dan etika pers Indonesia,” tegasnya.
Lutfil juga mengungkapkan bahwa jumlah wartawan yang berangkat haji tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
Pada 2024, hanya tiga wartawan yang berangkat, sementara pada 2025 jumlahnya bahkan menurun menjadi dua orang.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadikan keberangkatan 11 jemaah pada 2026 sebagai capaian yang patut diapresiasi. Ia berharap tren ini terus berlanjut seiring meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan bagi insan pers untuk menunaikan ibadah haji.
Selain itu, Lutfil menitipkan pesan khusus kepada para jemaah agar turut mendoakan rekan-rekan wartawan yang masih berada dalam daftar tunggu.
Tidak hanya itu, doa juga diharapkan mencakup kemajuan pers nasional, keamanan bangsa, serta keselamatan para jurnalis yang menjalankan tugas di berbagai wilayah.
“Saya minta para jemaah haji turut mendoakan teman-temannya yang masih menunggu panggilan, agar segera diberi kesempatan berangkat dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus PWI Pusat, Dimam Abror, mengingatkan pentingnya menjaga fokus selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal mengingat panjangnya antrean yang telah dilalui para jemaah.
“Saya berharap rekan-rekan benar-benar fokus beribadah. Kesempatan ini datang setelah penantian panjang. Jaga kesehatan agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik,” kata Dimam.
Pelepasan jemaah haji wartawan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mencerminkan dimensi spiritual dalam profesi jurnalistik yang selama ini identik dengan dinamika lapangan dan tuntutan kerja cepat.
Di tengah rutinitas tersebut, kesempatan menunaikan ibadah haji menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai integritas yang melekat pada profesi pers.


















