BERITABANGSA.ID, MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) kembali menggelar Festival Pamelo 2026 di kantor dinas setempat, Selasa (28/4/2026).
Agenda tahunan ini menjadi ruang temu antara petani, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong eksistensi salah satu komoditas unggulan daerah.
Sebanyak 131 peserta dari berbagai kecamatan ambil bagian dalam festival tersebut. Tidak sekadar pameran hasil panen, kegiatan ini juga menghadirkan pengalaman langsung bagi pengunjung untuk mencicipi kualitas jeruk pamelo khas Magetan yang selama ini dikenal memiliki cita rasa manis segar dengan tekstur daging buah yang khas.
Kepala DTPHP Magetan, Uswatul Khasanah, menegaskan bahwa festival ini dirancang sebagai stimulus bagi petani agar terus meningkatkan kualitas produksi. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar.
“Harapannya bisa mendorong semangat petani, mengenalkan produk lebih luas, serta memberi dampak pada sektor pariwisata daerah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, lomba pamelo menjadi daya tarik utama. Penilaian dilakukan secara ketat dengan sejumlah indikator, mulai dari warna kulit, tingkat kemanisan, hingga jumlah biji.
Dewan juri berasal dari praktisi hortikultura dan instansi terkait guna memastikan objektivitas penilaian.
Data DTPHP menunjukkan bahwa pengembangan jeruk pamelo saat ini telah tersebar di enam kecamatan di Magetan.
Produksi mencapai sekitar 170 kuintal per tahun, angka yang dinilai masih berpotensi untuk terus ditingkatkan seiring meningkatnya permintaan pasar.
Sementara itu, Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menegaskan bahwa pamelo merupakan identitas hortikultura daerah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus daya tarik promosi. Menurutnya, festival ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi memperkuat branding komoditas lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Upaya penguatan tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang kemitraan baru, baik dengan pelaku usaha, distributor, hingga sektor pariwisata berbasis agro yang mulai berkembang di sejumlah wilayah Magetan.
















