BERITABANGSA.ID, NGANJUK – Kantor Staf Presiden (KSP) memerintahkan seluruh pihak pelaksana pembangunan sekolah rakyat (SR) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, untuk segera mempercepat pengerjaan.
Pasalnya, progres pembangunan per akhir April baru mencapai 24 persen, padahal target penyelesaian total ditetapkan 20 Juni 2026, dan bisa beroperasi di tahun ajaran baru Juli mendatang.
Perintah ini disampaikan langsung Staf Khusus KSP, Timothy Ivan Triyono saat meninjau lokasi proyek di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Nganjuk, Kamis kemarin.
Ia menegaskan capaian tersebut masih jauh dari target rencana kerja, yang seharusnya sudah berada di kisaran 35–40 persen pada periode ini.
“Data yang kami terima dan cek langsung di lapangan menunjukkan baru 24% saja. Ini jadi perhatian serius, karena kalau terus begini, dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu. Sekolah Rakyat adalah program andalan Presiden untuk memberikan pendidikan gratis dan layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tidak ada alasan apapun untuk menunda,” tegas Timothy usai peninjauan, Jumat (24/4/2026).
Timothy menyebut keterlambatan ini dipicu sejumlah kendala, mulai dari pasokan material yang terkendala distribusi, jumlah tenaga kerja yang masih terbatas, hingga penyesuaian teknis lapangan yang memakan waktu.
Padahal luas lahan yang dibangun mencapai 5,8 hektare, dengan fasilitas lengkap meliputi ruang kelas, asrama, ruang makan, klinik kesehatan, hingga lapangan olahraga yang harus rampung seluruhnya.
Dalam kesempatan itu, ia merilis instruksi konkret yang harus segera dijalankan:
Menambah jumlah tenaga kerja dari saat ini 500 orang menjadi minimal 1.000 orang, serta menerapkan sistem kerja dua hingga tiga shift
Memastikan pasokan semen, besi, dan material lain tersedia cukup dengan mengaktifkan pemasok cadangan
Penyelesaian seluruh persoalan teknis dan administrasi paling lambat 7 hari ke depan bersama pemerintah daerah
Laporan progres disampaikan setiap minggu ke KSP, dan sanksi tegas akan diberikan bagi pihak yang lalai atau tidak mampu mengejar target.
“Kalau sampai tenggat waktu yang ditetapkan belum ada perubahan signifikan, kami tidak segan melakukan penggantian kontraktor atau melaporkan ke instansi penegak hukum. Presiden sudah pesan, program ini harus tepat waktu, tepat sasaran, dan berkualitas, titik,” tambahnya tegas.
Sementara itu, Project Manager proyek, Dwi Handoko, menyatakan siap menjalankan seluruh arahan KSP. Ia mengakui ada beberapa hambatan awal, namun saat ini seluruh tim sudah berkomitmen bekerja ekstra untuk mengejar ketertinggalan dan memastikan sekolah ini bisa dimanfaatkan sesuai jadwal yang ditentukan pemerintah pusat.
Sekolah Rakyat Nganjuk menjadi salah satu dari 104 titik pembangunan se-Indonesia, dengan target dapat menampung lebih dari 800 siswa dari jenjang SD hingga SMA yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.


















