BERITABANGSA.ID, KEDIRI — Ketatnya seleksi program magang kerja ke Jepang menjadi perhatian DPRD Kabupaten Kediri. Dari ratusan pendaftar, tidak semua mampu menembus hingga tahap akhir, meski telah dinyatakan lolos seleksi awal.
Anggota DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) masih perlu diperkuat secara lebih sistematis.
Hal itu disampaikan saat penutupan pelatihan daerah (Pelatda) magang Jepang tahap 1 angkatan 833 di kawasan Simpang Lima Gumul, Rabu (22/4/2026).
Dari 117 peserta asal Kabupaten Kediri, sebanyak 97 orang dinyatakan lolos seleksi. Namun, hanya sebagian yang melanjutkan hingga tahap penandatanganan kontrak kerja.
“Ini menunjukkan bahwa prosesnya tidak sederhana. Tidak cukup hanya mengandalkan pelatihan singkat,” kata Dodi, Kamis (23/4/2026).
Menurut dia, kesiapan peserta tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga penguasaan bahasa Jepang serta kesiapan mental dan budaya kerja.
Karena itu, ia mendorong agar pembinaan dilakukan sejak dini melalui sekolah, khususnya SMK, agar peserta lebih siap menghadapi seluruh tahapan seleksi.
Salah satu yang dinilai potensial adalah SMK Canda Bhirawa Pare, yang dapat diarahkan menjadi basis pembinaan calon tenaga kerja ke luar negeri.
“Kalau dipersiapkan sejak awal, hasilnya akan jauh lebih maksimal,” terangnya.
Program magang Jepang sendiri merupakan program nasional di bawah koordinasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan terbuka bagi peserta dari seluruh Indonesia.
Dodi berharap, peningkatan kualitas SDM lokal dapat memperbesar peluang tenaga kerja asal Kediri untuk bersaing dan terserap dalam program tersebut.


















