Pemerintahan

Wiwin Sumrambah Dorong Penguatan Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal di Jombang

11
×

Wiwin Sumrambah Dorong Penguatan Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal di Jombang

Sebarkan artikel ini
Wiwin Sumrambah
Suasana Berlangsungnya Pagelaran Sarasehan Wiwin Sumrambah di Jombang. Foto: Faiz Beritabangsa.id.

BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menekankan pentingnya penguatan pendidikan keluarga berbasis kearifan lokal sebagai upaya membangun kembali karakter generasi muda.

Hal itu disampaikan Wiwin saat menggelar sarasehan bertajuk “Penguatan Pendidikan Keluarga Berbasis Kearifan Lokal” di wilayah Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Sabtu (18/4/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga yang tampak antusias mengikuti jalannya diskusi.

Dalam forum tersebut, Wiwin mengaku prihatin terhadap perubahan perilaku sebagian anak muda saat ini. Ia menyebut, keluhan dari para orang tua kerap ia terima, terutama terkait pergaulan bebas hingga sikap anak terhadap keluarga yang dinilai mulai memudar.

“Banyak orang tua yang mengadu karena melihat perubahan karakter anak-anaknya. Mulai dari pergaulan hingga sikap di rumah yang dinilai kurang mencerminkan nilai-nilai kesopanan,” ujar Wiwin.

Menurut dia, keluarga memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, pendidikan berbasis nilai-nilai budaya lokal dinilai penting untuk diperkuat kembali di lingkungan keluarga.

Ia menekankan, orang tua perlu mengenalkan kembali tradisi dan kebiasaan luhur warisan nenek moyang kepada anak-anak mereka. Dengan begitu, generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri.

“Anak-anak harus dikenalkan kembali pada budaya dan kearifan lokal. Dari situ akan tumbuh rasa cinta terhadap identitasnya sebagai bagian dari bangsa,” kata Wiwin, Wakil Rakyat Jatim dari Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Wiwin juga mengingatkan, dalam mendidik anak, pendekatan yang digunakan harus mengedepankan kelembutan dan kesabaran. Cara komunikasi yang baik, menurutnya, akan membuat anak lebih mudah menerima arahan orang tua.

Selain itu, ia menyoroti pengaruh budaya luar dan penggunaan gawai yang dinilai semakin dominan dalam kehidupan anak-anak. Ia mengajak orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak.

“Perlu ada pendampingan dalam penggunaan gadget. Jika tidak memberi dampak positif atau tidak mendorong kreativitas, sebaiknya penggunaannya dibatasi,” tuturnya.

Tak hanya itu, Wiwin juga mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan kekayaan budaya, termasuk kuliner tradisional yang dinilai lebih sehat dan bernilai gizi tinggi dibanding makanan modern yang tengah tren di kalangan anak muda.

Ia berharap, pemerintah melalui lembaga pendidikan dapat memperkuat kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya lokal.

“Pendidikan harus mampu mencetak generasi yang cerdas dan berprestasi, tanpa kehilangan jati diri budaya bangsa,” ucapnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60