Pendidikan

ITS Gandeng Mahasiswa Internasional, Gebang Putih Jadi Laboratorium Sosial Inovasi

23
×

ITS Gandeng Mahasiswa Internasional, Gebang Putih Jadi Laboratorium Sosial Inovasi

Sebarkan artikel ini
ITS
Scott, salah satu mahasiswa Inggris saat memberikan ulasan. Foto: Mwd, Beritabangsa.id.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Upaya mendekatkan kampus dengan masyarakat kembali ditunjukkan mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui program pengabdian berbasis kolaborasi internasional.

Bertajuk Global Summer Course Initiatives Social Innovation Project, kegiatan ini digelar di Kantor Kelurahan Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo, Rabu malam (15/4/2026), dengan suasana penuh keakraban dan interaksi yang hidup.

Program ini tidak sekadar menghadirkan mahasiswa lokal. Sejumlah peserta dari berbagai daerah seperti Purwokerto, Yogyakarta, Solo, dan Jombang turut ambil bagian, bersama mahasiswa mancanegara dari Malaysia, Singapura, Vietnam, hingga Inggris.

Kolaborasi lintas budaya itu menjadi ruang belajar bersama untuk mengurai persoalan sosial secara langsung di tengah masyarakat.

Profesor Maria Anityasari, dosen sekaligus Head Manufacturing System Laboratory ITS, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berangkat dari kesadaran geografis kampus yang berdampingan dengan kawasan padat penduduk.

Ia menilai, keberadaan perguruan tinggi seharusnya memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Sejak tahun lalu, pihaknya menyusun peta jalan pengabdian masyarakat dengan fokus wilayah terdekat, yakni Kelurahan Gebang Putih.

ITS
Profesor Ir. Maria Anityasari, PhD., IPU., ASEAN Eng saat memberikan sambutan. Foto: Mwd, Beritabangsa.id.

Tahapan awal dimulai melalui dua kali survei lapangan. Pertama, mengidentifikasi kebutuhan pelaku UMKM beserta tantangan yang mereka hadapi.

Kedua, pendalaman persoalan yang kemudian ditindaklanjuti melalui program digitalisasi, termasuk pengenalan sistem pembayaran QRIS serta penerapan konsep 5R: ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin.

Tahun ini, pendekatan diperluas dengan melibatkan perguruan tinggi luar negeri. Para peserta diajak mengembangkan social innovation project, yakni merumuskan solusi konkret atas persoalan sosial yang ditemukan di lapangan.

Sejumlah isu utama mengemuka, mulai dari penguatan branding UMKM hingga pengelolaan lingkungan. Dari situ lahir gagasan pembentukan bank sampah serta pemanfaatan lahan kosong di wilayah kelurahan.

Lahan tersebut dirancang sebagai ruang produktif bagi UMKM sekaligus pusat aktivitas sosial warga.

Selain itu, perhatian juga diarahkan pada pemberdayaan pemuda. Melalui program khusus, para pemuda Gebang Putih diajak mengunjungi kampus ITS untuk mengenal lingkungan laboratorium, mengikuti praktik pembelajaran, hingga meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Upaya ini diharapkan mampu membuka akses dan memperluas wawasan generasi muda setempat.

ITS
Suasana saat kegiatan di Kantor Kelurahan Gebang Putih, Sukolilo, Surabaya. Foto: Mwd, Beritabangsa.id.

Program yang berlangsung sepanjang April ini tidak berhenti pada tahap konseptual. Ide-ide yang dihasilkan akan ditindaklanjuti melalui Kuliah Kerja Nyata selama enam bulan.

Mahasiswa akan menyusun detail engineering design, perhitungan biaya pembangunan, hingga skema pemanfaatan fasilitas bagi masyarakat.

Untuk program bank sampah, perencanaan teknis juga akan disusun berbasis digital agar mudah dioperasikan oleh warga.

Sementara aspek branding UMKM akan terus dikawal melalui monitoring lanjutan yang dijadwalkan pada September hingga November.

Menurut Maria, keterlibatan mahasiswa asing justru menjadi refleksi bagi mahasiswa lokal.

Ia menekankan pentingnya sensitivitas sosial di kalangan akademisi, agar tidak terjebak pada rutinitas kampus semata tanpa memahami realitas masyarakat di sekitarnya.

Respons positif datang dari peserta internasional. Nor Emmy Shuhada, Dosen asal Malaysia, mengaku terkesan dengan kedekatan yang terbangun antara mahasiswa dan warga. Ia melihat interaksi berlangsung tanpa sekat, layaknya keluarga.

Sementara peserta dari Singapura menunjukkan pendekatan berbeda. Mereka mengikuti kegiatan dengan serius, didukung modul pembelajaran yang menuntut pemahaman mendalam terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia, khususnya di lingkungan kampung.

Lurah Gebang Putih, Indriyani Setiawati, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebut keterlibatan mahasiswa mancanegara sebagai pengalaman baru bagi wilayahnya.

Kehadiran mereka tidak hanya membawa perspektif global, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi lintas budaya di tingkat lokal.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh para peserta dapat dibawa kembali ke negara masing-masing sekaligus menjadi jembatan kerja sama berkelanjutan.

Di sisi lain, masyarakat setempat diharapkan mampu merasakan manfaat langsung dari implementasi ilmu yang diterapkan mahasiswa di lapangan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60