BERITABANGSA.ID, KEDIRI — Polemik video hajatan yang viral di media sosial menyeret nama pengusaha lokal, Sanjaya. Cuplikan berdurasi singkat itu memicu beragam reaksi publik karena dinilai menampilkan sikap yang menuai kontroversi.
Namun, Sanjaya menilai narasi yang berkembang tidak berdiri di atas gambaran utuh. Ia menegaskan, video yang beredar hanyalah potongan dari rangkaian acara yang sebenarnya berlangsung tertib dan khidmat.
“Video itu tidak utuh. Kalau dilihat lengkap, tidak seperti yang dipersepsikan sekarang,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurut dia, bagian yang viral merupakan cuplikan saat pertunjukan wayang kulit bersama dalang Ki Budi Gareng. Ia menyebut, proses penyuntingan telah menghilangkan konteks penting sehingga memicu tafsir yang keliru.
Sorotan juga mengarah pada keberadaan puluhan karangan bunga yang sempat dianggap tidak wajar. Sanjaya memastikan sekitar 38 karangan bunga tersebut merupakan kiriman asli dari relasi, termasuk sejumlah tokoh nasional.
“Itu kiriman resmi, bukan dibuat-buat untuk kepentingan tertentu,” katanya.
Terkait gaya bahasa dalam video yang dipersoalkan publik, Sanjaya mengakui hal tersebut merupakan bagian dari kebiasaan komunikasi sehari-hari yang terbentuk dari lingkungan kerja. Ia menegaskan tidak ada maksud untuk merendahkan pihak mana pun.
Sementara itu, momen pengambilan mikrofon yang turut viral disebut terjadi karena lagu yang diputar tidak sesuai dengan permintaan anaknya. Ia menilai kejadian tersebut dibingkai secara berbeda setelah dipotong dari konteks aslinya.
Pihak keluarga menyebut, sejumlah bagian penting yang dapat menjelaskan situasi secara utuh justru tidak ikut tersebar di media sosial.
Peristiwa ini kembali menunjukkan cepatnya arus informasi di media sosial dalam membentuk opini publik, bahkan dari potongan peristiwa yang belum tentu menggambarkan keseluruhan fakta.


















