BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Dua mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam Kejuaraan Jujitsu SLC Cup 2026 Road to Japan. Ajang tersebut digelar pada 4–5 April 2026 di Surabaya dan menjadi salah satu jalur menuju kompetisi internasional di Jepang.
Adalah Lince Jirneis Zalukhu yang berhasil meraih juara pertama pada kategori Komite Amatir Senior Putri U17 Kelas D.
Sementara rekannya, Merry Dewi Larassati, menyabet juara kedua pada kategori Komite Amatir Senior Putri U17 Kelas B. Keduanya merupakan mahasiswi Program Studi S1 PG-PAUD angkatan 2024.
Capaian tersebut menegaskan bahwa mahasiswa calon pendidik tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, disiplin, serta daya saing di arena kompetisi.
Prestasi di bidang olahraga menjadi indikator penting dalam membentuk karakter yang kuat dan adaptif.
Dekan FKIP Unusa, Nafiah, menilai keberhasilan tersebut sebagai bagian dari proses pembinaan karakter mahasiswa yang berjalan seiring dengan penguatan akademik di lingkungan kampus.
Menurutnya, kemenangan yang diraih tidak sekadar berbicara soal hasil pertandingan, melainkan mencerminkan kualitas pribadi calon pendidik masa depan yang ulet, disiplin, dan kompetitif.
Ia juga menekankan bahwa capaian di tingkat nasional menjadi indikator bahwa kampus mampu menghadirkan ekosistem pengembangan diri yang menyeluruh, mencakup aspek intelektual, emosional, dan fisik.
Kejuaraan SLC Cup 2026 sendiri memiliki nilai strategis karena menjadi bagian dari road to Japan, membuka peluang bagi atlet muda Indonesia untuk menembus panggung internasional.
Ajang ini sekaligus menjadi ruang pembuktian bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan di luar ruang kelas.
Prestasi yang diraih Lince dan Merry juga selaras dengan komitmen Unusa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ketiga terkait kehidupan sehat dan sejahtera.
Penguatan budaya hidup aktif dan pengembangan potensi mahasiswa secara holistik menjadi bagian penting dalam indikator penilaian global seperti THE Impact Rankings.
Bagi Lince, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan konsistensi dan dukungan berbagai pihak.
Ia menilai keberhasilan yang diraih menjadi motivasi untuk terus berkembang, baik sebagai atlet maupun sebagai mahasiswa.
Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk berani keluar dari zona nyaman serta mengembangkan potensi diri di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.


















