Terkini

Alarm Campak Naik, Kediri Percepat Imunisasi Cegah Lonjakan Kasus Pada Balita

5
×

Alarm Campak Naik, Kediri Percepat Imunisasi Cegah Lonjakan Kasus Pada Balita

Sebarkan artikel ini
Campak
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Bambang Triyono Putro, saat dikonfirmasi beritabangsa.id, Kamis (2/4/2026).

BERITABANGSA.ID, KEDIRI – Tren peningkatan kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia mulai memicu kewaspadaan di daerah.

Pemerintah Kabupaten Kediri mempercepat pelaksanaan imunisasi massal sebagai langkah antisipasi, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti bayi dan balita.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Bambang Triyono, menyebut kenaikan kasus campak secara nasional menjadi sinyal serius yang tidak bisa diabaikan daerah.

“Peningkatan kasus ini terjadi di beberapa wilayah, termasuk Jawa Timur. Karena itu kami melakukan langkah cepat melalui kampanye imunisasi dan penguatan kewaspadaan di lapangan,” ujar Bambang, Kamis (2/4/2026).

Ia menegaskan, balita menjadi kelompok dengan risiko tertinggi terpapar campak. Oleh sebab itu, imunisasi difokuskan pada anak usia 9 – 59 bulan, dilanjutkan dengan dosis tambahan saat usia 18 bulan dan usia sekolah.

Menurut Bambang, capaian imunisasi menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran. Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi campak-rubella (MR) mencapai 95 persen guna membentuk kekebalan kelompok.

“Kalau tidak tercapai, maka potensi penularan akan tetap ada. Karena itu kita kejar target ini agar tidak terjadi lonjakan kasus,” katanya.

Selain imunisasi, Dinas Kesehatan juga memperketat deteksi dini. Seluruh fasilitas kesehatan diminta aktif menemukan kasus suspek, terutama yang menunjukkan gejala demam disertai ruam kemerahan.

“Setiap kasus yang dicurigai akan diambil sampel untuk memastikan apakah benar campak atau bukan. Ini penting agar tidak terjadi keterlambatan penanganan,” ujarnya.

Langkah percepatan ini juga dilakukan serentak di seluruh Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Kediri yang telah memulai kegiatan sejak awal pekan dan berakhir pada Kamis (2/4/2026).

Di tingkat desa, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Ketua Tim Penggerak PKK Desa Gedangsewu, Lala Insan Kumala, mengatakan kegiatan imunisasi di wilayahnya mendapat respons positif dari warga.

Di Desa Gedangsewu terdapat 16 posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan. Sementara di Dusun Duluran, kegiatan diikuti sekitar 35 hingga 40 peserta yang terdiri dari balita dan kelompok usia lainnya.

“Harapannya anak-anak tetap sehat dan tidak terdampak campak,” ujarnya.

Pemkab Kediri menilai, kombinasi antara imunisasi massal dan pelaporan cepat dari masyarakat menjadi kunci untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Warga pun diminta tidak mengabaikan gejala awal yang muncul, agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60