Terkini

Wow, Wartawan Ini Sudah 10 Tahun Telusuri Sejarah Bung Karno Lahir di Ploso Jombang

16
×

Wow, Wartawan Ini Sudah 10 Tahun Telusuri Sejarah Bung Karno Lahir di Ploso Jombang

Sebarkan artikel ini
Bung Karno
Foto ketika ke keluarga Bung Karno di Bale Agung, Buleleng, Bali tahun 2024.

BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Pemerhati sejarah di Jombang, Arif Yulianto, ternyata sudah 10 tahun melakukan penelusuran sejarah kelahiran Presiden Pertama RI, Ir Soekarno yang lahir di Ploso, Karesidenan Surabaya pada 6 Juni 1902. Kini, Ploso masuk Kabupaten Jombang.

Dia kepada media ini, menceritakan awalnya bagaimana bisa melakukan penelusuran itu.

Dimulai dari perkenalannya dengan seorang peneliti mandiri sejarah Panji yang bernama Semar Suwito yang kini telah almarhum. Perkenalan itu terjadi di sebuah acara di Banjarnegara, Jawa Tengah, pada 2015 silam.

“Setelah kenal dengan Pak Semar, kami sering kontak-kontak lewat telepon seluler. Dan sekitar tahun 2016, beliau mengajak saya ke Ndalem Pojok Wates Kediri untuk melihat acara budaya, ” kata Cak Arif, wartawan koran terbitan regional Jatim ini, Sabtu (07/03/2026).

“Beliaulah yang mengenalkan saya dengan Ndalem Pojok,” tegas Anggota PWI Jombang ini.

Setelah itu lanjut Cak Arif, dirinya intens berkunjung ke Ndalem Pojok Wates, Kediri. Sesekali, dia juga menginap di Situs Persada Soekarno Kediri itu.

“Beberapa kali saya dipersilahkan tidur di kamar Bung Karno remaja oleh keluarga Ndalem Pojok,” ungkap pria asli Pojokrejo, Jombang ini.

Pada 2019, Cak Arif menulis beberapa berita sejarah terkait Bung dan Ploso di surat kabar tempatnya bekerja sebagai wartawan.

Namun saat itu, kata dia, narasumber yang bertutur masih sangat terbatas.

“Kalau tidak salah, narasumbernya Mas Kushartono (R.M Kushartono/ keluarga Ndalem Pojok Wates Kediri), dan Mas Dian Sukarno (penulis buku Candradimuka),” kenang Cak Arif.

Tak berhenti di situ, Cak Arif bersama sejumlah kolega kemudian membawa sejarah itu menjadi bahan diskusi di musala atau surau Pondok Pesantren Jatiwates Tembelang pada 2019.

“Sejumlah tokoh hadir waktu itu,” tutur dia.

Kemudian lanjut dia, pada Oktober 2019, kabar tentang adanya sejarah Bung Karno dan Ploso itu disampaikannya kepada Binhad Nurrohmat, seorang sastrawan di sebuah acara peringatan Hari Santri di Unwaha Tambakberas, Jombang.

“Gus Binhad dan keluarga Situs Persada Soekarno Kediri juga banyak melakukan penelusuran, kemudian menemukan makam Mbok Suwi, orang yang mengasuh Bung Karno kecil berikut keluarganya,” ujar Cak Arif.

“Mereka juga menemukan makam Mbah Joyodipo, teman masa kecil Bung Karno di Ploso,” tegas pemilik kompetensi Cagar Budaya ini.

Masih kata Cak Arif, penelusuran yang dia lakukan seolah mendapatkan angin segar ketika dirinya menemukan foto saksi kelahiran Bung Karno, Kek Suro atau Mas Kiai Surosentono. Foto itu dia temukan di daerah Kabuh, Jombang.

Hal itu karena nama Kek Suro bagi Cak Arif masih misterius setelah sebelumnya dirinya mendapatkan cerita dari keluarga Situs Persada Soekarno Kediri bahwa orang menjadi saksi kelahiran Bung Karno bernama Kek Suro.

“Jadi ketika foto Kek Suro ini ketemu, seolah menjawab misteri itu,” tutur Cak Arif.

Seiring lolosnya dirinya dari proses asesmen Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di Jakarta pada 2022, dan resmi jadi anggota TACB Kabupaten Jombang dengan SK Bupati Jombang pada tahun 2023, Cak Arif lantas menyarankan agar narasi sejarah itu didaftarkan secara resmi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang agar dapat dilakukan kajian oleh TACB Kabupaten Jombang.

Dan pada akhir 2023, akhirnya Situs Persada Soekarno Kediri pun mendaftarkan kepada Disdikbud Kabupaten Jombang.

“Secara resmi TACB Kabupaten Jombang pada tahun 2024 melakukan kajian. Kami juga sudah keliling untuk menemui keluarga Bung Karno yang ada di Blitar, Kediri, Bali, dan Jakarta,” rinci Cak Arif.

“Dan akhirnya pada sekitar September 2024, TACB Kabupaten Jombang mengeluarkan kajian dan rekomendasi penetapan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang menjadi cagar budaya peringkat kabupaten,” tandas Cak Arif.

Selain itu, sambung Cak Arif, narasi sejarah tentang Bung Karno lahir di Plsoo, Jombang 6 Juni 1902 ini juga pernah disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa pada tahun 2025, maupun kepada Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta, dan juga diserahkan langsung kepada Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon pada Desember 2026 di Surabaya.

Dia berharap, sejarah ini dapat mendapatkan pengakuan atau legitimasi dari pemerintah.

“Sehingga Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang dapat ditetapkan menjadi cagar budaya. Dan juga terjadi pelurusan sejarah tentang tempat dan waktu kelahiran Sang Proklamator secara terstruktur, sistematis, dan masif,” pungkas Cak Arif.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60