Pendidikan

Nala Ares Mark II Antar Barunastra ITS Juara Dunia Kapal Otonom

29
×

Nala Ares Mark II Antar Barunastra ITS Juara Dunia Kapal Otonom

Sebarkan artikel ini
ITS
Tim Barunastra ITS usai mengukir prestasi di International RoboBoat Competition 2026, Florida, Amerika Serikat.

BERITABANGSA.ID, FLORIDA – Tim riset Barunastra dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)  kembali mencatatkan prestasi di panggung internasional. Dalam ajang International RoboBoat Competition yang berlangsung di Sarasota, Florida, Amerika Serikat, tim ini meraih predikat Grand Champion setelah bersaing selama enam hari sejak 19 Februari 2026.

Kompetisi tersebut diikuti 36 tim dari 10 negara. Di tengah ketatnya persaingan, Barunastra tampil dominan dengan merebut Juara 1 Autonomy Challenge, Juara 1 Design and Documentation, serta penghargaan Best Technical Design Report.

Raihan itu menjadikan mereka satu-satunya tim yang menguasai kategori inti dalam kompetisi kapal otonom tingkat dunia tersebut.

International RoboBoat Competition dikenal sebagai arena uji teknologi Autonomous Surface Vehicle (ASV), kapal tanpa awak yang dirancang mampu bermanuver dan menyelesaikan misi secara mandiri.

Sejumlah universitas papan atas dunia ambil bagian, antara lain Massachusetts Institute of Technology, Queen’s University, serta Georgia Institute of Technology.

Kehadiran institusi-institusi tersebut mempertegas bobot kompetisi sekaligus standar teknologi yang dipertandingkan.

Pada edisi 2026, panitia mengusung tema Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief. Tantangan difokuskan pada simulasi respons pascabencana.

Kapal dituntut mampu menavigasi jalur evakuasi, menghindari puing berbahaya, serta melakukan pengiriman logistik secara presisi tanpa intervensi langsung manusia.

Untuk menjawab tantangan itu, Barunastra mengandalkan prototipe Nala Ares Mark II.

Sistem navigasi cerdas, algoritma pengambilan keputusan adaptif, serta arsitektur perangkat lunak terintegrasi menjadi tulang punggung performa kapal.

Dalam Autonomy Challenge, Nala Ares Mark II menunjukkan stabilitas manuver dan akurasi eksekusi misi yang konsisten sepanjang tahapan lomba.

Keunggulan teknis tersebut diperkuat dokumentasi desain yang dinilai komprehensif oleh dewan juri. Laporan teknis tim memaparkan integrasi perangkat keras dan perangkat lunak secara sistematis, mulai dari sensor, sistem kontrol, hingga skema pengujian.

Aspek inilah yang mengantarkan mereka meraih Best Technical Design Report sekaligus memperkuat posisi dalam kategori Design and Documentation.

Dosen pembina Tim Barunastra ITS, Rudy Dikairono, menilai capaian ini mencerminkan daya saing mahasiswa Indonesia di level global.

Menurut dia, kompetisi tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga konsistensi riset dan kedalaman rekayasa sistem. Persaingan yang dihadapi datang dari perguruan tinggi terkemuka Amerika, Eropa, dan Asia.

Ia menyoroti lingkungan akademik yang kompetitif dan kultur riset yang kuat di kampus sebagai faktor pembentuk disiplin dan daya juang mahasiswa.

Proses pengembangan kapal otonom, kata dia, menuntut ketelitian tinggi, pengujian berulang, serta koordinasi lintas divisi yang solid.

Bagi para anggota tim, pengalaman berlaga di Florida juga menjadi ruang belajar yang melampaui kompetisi. Ketua Tim Barunastra ITS, Davin Abhinaya Briet, menyebut ajang tersebut sebagai forum pertukaran gagasan antar-pengembang ASV dari berbagai negara.

Selain menyelesaikan misi lomba, peserta berdiskusi mengenai pendekatan teknologi, strategi navigasi, hingga tantangan implementasi di dunia nyata.

Perjalanan menuju gelar Grand Champion ditempuh melalui proses panjang. Persiapan teknis dilakukan berbulan-bulan, mencakup penyempurnaan perangkat lunak, kalibrasi sensor, hingga simulasi skenario misi.

Tim juga harus menyesuaikan desain dengan regulasi dan parameter teknis yang ditetapkan panitia.

Davin mengakui dukungan berbagai pihak turut berperan dalam keberhasilan ini, termasuk kontribusi alumni dan jejaring internal kampus.

Sinergi tersebut memungkinkan tim menjaga kesinambungan riset sekaligus melakukan regenerasi anggota secara sistematis.

Capaian Barunastra sejalan dengan agenda penguatan inovasi maritim yang tengah didorong ITS.

Pengembangan teknologi kapal otonom tidak hanya relevan untuk kompetisi, tetapi juga memiliki potensi penerapan pada pemantauan perairan, mitigasi bencana, hingga distribusi logistik di wilayah kepulauan.

Orientasi riset ini beririsan dengan target Sustainable Development Goals, khususnya tujuan tentang industri, inovasi, dan infrastruktur serta pelestarian ekosistem laut melalui pendekatan teknologi berkelanjutan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60