Terkini

KAI Daop 8 Surabaya: Bahaya Ngabuburit di Rel !

18
×

KAI Daop 8 Surabaya: Bahaya Ngabuburit di Rel !

Sebarkan artikel ini
KAI Daop 8

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah atau 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sekitar jalur rel kereta api.

Imbauan ini mencakup kegiatan ngabuburit selepas sahur maupun menjelang waktu berbuka puasa.

Peringatan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk menekan potensi kecelakaan serta menjaga keselamatan perjalanan kereta api di wilayah operasional Daop 8 Surabaya.

Ramadan yang identik dengan aktivitas komunal kerap mendorong sebagian warga berkumpul di ruang terbuka, termasuk di sekitar rel. Padahal, jalur rel bukan ruang publik.

Area tersebut merupakan ruang manfaat jalur kereta api yang diperuntukkan secara khusus bagi operasional perjalanan kereta.

Risiko di kawasan ini tinggi karena kereta melaju dengan kecepatan tertentu dan memiliki jarak pengereman yang panjang. Keberadaan orang atau benda di atas rel berpotensi memicu kecelakaan fatal, baik bagi masyarakat maupun perjalanan kereta.

Data internal menunjukkan bahwa sepanjang 2025 tercatat 23 kejadian temperan di wilayah Daop 8 Surabaya. Sementara dalam periode Januari hingga Februari 2026 telah terjadi 7 kejadian serupa.

Angka ini menandakan persoalan keselamatan di jalur rel masih menjadi tantangan yang memerlukan kewaspadaan kolektif.

Larangan beraktivitas di jalur rel telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pasal 181 ayat (1) menyebutkan setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, termasuk menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel, serta menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain di luar angkutan kereta. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp15 juta sebagaimana diatur dalam Pasal 199.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyatakan keselamatan perjalanan kereta tidak dapat ditawar.

“Kami memahami Ramadan menjadi momen kebersamaan, termasuk kegiatan ngabuburit. Namun jalur rel bukanlah tempat untuk berkegiatan. Risiko kecelakaan sangat tinggi dan dapat berakibat fatal, baik bagi masyarakat maupun operasional perjalanan kereta api,” kata Mahendro.

Sebagai bagian dari komitmen keselamatan, KAI Daop 8 Surabaya rutin melakukan sosialisasi melalui kunjungan ke sekolah, komunitas, dan forum edukasi publik.

Perusahaan juga meningkatkan patroli keamanan di sepanjang jalur rel dengan pengawasan lebih intensif pada titik-titik rawan, terutama selama Ramadan hingga masa Angkutan Lebaran 2026.

Selain itu, masyarakat diminta berperan aktif melaporkan setiap aktivitas berbahaya atau mencurigakan di sekitar rel kepada petugas KAI maupun aparat berwenang.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi kecelakaan dan menjaga kelancaran operasional kereta api di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60