BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Al-Haq, Surabaya, menggelar kegiatan bersih-bersih menyeluruh pada Ahad (15/2/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan tradisi tahunan yang sarat makna spiritual dan sosial.
Sejak pagi, pengurus dan jamaah tampak bergotong royong membersihkan setiap sudut masjid. Jika pada hari biasa kegiatan kebersihan hanya difokuskan pada area utama dan dilakukan setiap tiga hari atau sepekan sekali, kali ini skala pembersihan diperluas secara total.
Karpet dicuci, kipas angin dibersihkan, pendingin ruangan diperiksa, hingga lantai dua yang biasanya luput dari perhatian turut disisir dari daun kering dan kayu tak terpakai.
Area atas bangunan yang selama ini jarang dijangkau pun dibersihkan agar seluruh ruang ibadah benar-benar siap menyambut Ramadan.
Takmir masjid, Ustaz Achmad Hariri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setiap menjelang Ramadan.
Menurutnya, kebersihan masjid adalah bentuk penghormatan terhadap bulan suci.
“Ramadan adalah bulan yang dimuliakan. Maka tempat ibadah juga harus dimuliakan. Bukan hanya rumah yang kita bersihkan, masjid pun harus disiapkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menambahkan, gotong royong ini sekaligus menjadi momentum silaturahmi antarjamaah. Sekitar sepuluh hingga duapuluh lebih jamaah terlibat langsung sejak pagi hari.
Pada hari biasa, kebersihan rutin ditangani marbot dan relawan. Namun menjelang Ramadan, seluruh jamaah diundang untuk berpartisipasi.
Menurut Hariri, tradisi bersih-bersih ini juga menjadi pengingat bahwa kebersihan merupakan bagian dari ajaran Islam.

Ia mengutip pesan yang kerap disampaikan dalam dakwah bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Karena itu, menjaga lingkungan, terutama di musim hujan, menjadi tanggung jawab bersama.
“Ramadan bukan hanya soal membersihkan hati, tetapi juga lingkungan. Kita ingin memasuki bulan suci dalam keadaan bersih, lahir dan batin,” tegasnya.
Selain kegiatan bersih-bersih, pengurus masjid juga menyiapkan rangkaian program Ramadan lainnya, termasuk kartu Ramadan dan rencana pemasangan hiasan serta ornamen agar suasana masjid lebih semarak dan nyaman bagi jamaah.
Tradisi bersih-bersih menjelang Ramadan sejatinya telah lama menjadi budaya di berbagai masjid di Indonesia. Di Masjid Al-Haq, agenda ini dijalankan secara konsisten setiap tahun sebagai simbol kesiapan spiritual kolektif.
Kebersihan dipahami bukan hanya sebagai aspek fisik, melainkan representasi kesungguhan umat dalam menyambut bulan penuh ampunan.
Dalam perspektif sosial, kegiatan ini memperkuat kohesi komunitas. Masjid tidak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang interaksi dan kolaborasi.
Gotong royong menjelang Ramadan menghadirkan rasa memiliki yang lebih kuat terhadap rumah ibadah.
Menutup pesannya, Hariri berharap Ramadan 2026 menjadi momentum peningkatan kualitas iman dan takwa bagi seluruh jamaah.
“Semoga Ramadan tahun ini menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa. Kita siapkan hati, pikiran, dan lingkungan. Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan dan keberkahan,” tuturnya.
Dengan persiapan matang dan tradisi yang terus dijaga, Masjid Al-Haq Surabaya tidak hanya menyambut Ramadan dengan kebersihan fisik, tetapi juga dengan optimisme dan semangat kebersamaan yang kian menguat.


















