Pendidikan

ITS Perkuat Kolaborasi Global, Dubes Swedia Tawarkan Akses Industri dan Double Degree

17
×

ITS Perkuat Kolaborasi Global, Dubes Swedia Tawarkan Akses Industri dan Double Degree

Sebarkan artikel ini
ITS
Penyerahan cinderamata oleh Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD (kanan) kepada Duta Besar Swedia untuk Indonesia HE Daniel Blockert.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember kembali menegaskan posisinya dalam peta kolaborasi pendidikan tinggi internasional. Kunjungan kehormatan Kedutaan Besar Swedia untuk Indonesia ke kampus ini pada Kamis (12/2/2026), menjadi penanda penguatan jejaring akademik yang telah dirintis beberapa tahun terakhir.

Pertemuan berlangsung di Gedung Rektorat dan diwarnai dialog strategis mengenai pengembangan kerja sama riset, pendidikan, dan akses industri.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menyebut kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Ia menilai hubungan ITS dengan sejumlah perguruan tinggi Swedia telah terbangun dalam fondasi kolaborasi yang konkret.

Beberapa mitra yang disebut antara lain KTH Royal Institute of Technology, Stockholm School of Economics, dan University of Borås. Kemitraan itu mencakup pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, serta penguatan jejaring akademik lintas negara.

Menurut Bambang, momentum ini dimanfaatkan untuk memperluas skema kerja sama yang lebih aplikatif. ITS menawarkan penguatan International Undergraduate Program, peluang gelar ganda, hingga akses jejaring industri teknologi di Swedia.

Skema tersebut dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman akademik sekaligus eksposur global yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Ia menegaskan bahwa internasionalisasi pendidikan tidak lagi berhenti pada mobilitas mahasiswa. Perguruan tinggi, kata dia, perlu membangun ekosistem kolaborasi yang membuka jalur karier global bagi lulusannya.

“Kami ingin memastikan mahasiswa dan alumni ITS memiliki akses pengalaman internasional yang nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Di sisi lain, ITS juga mendorong kehadiran mahasiswa Swedia untuk belajar di Surabaya. Skema pertukaran dan magang jangka pendek disiapkan guna menciptakan interaksi dua arah.

Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun pemahaman lintas budaya sekaligus memperkaya perspektif akademik kedua belah pihak.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert. Ia menilai hubungan antara institusi pendidikan tinggi Swedia dan ITS menunjukkan tren yang semakin positif.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah universitas di negaranya memandang ITS sebagai mitra aktif di Asia Tenggara.

Daniel juga menyoroti meningkatnya minat mahasiswa Swedia untuk menempuh studi di Indonesia. Ia melihat Indonesia bukan hanya pasar pendidikan yang berkembang, tetapi juga ruang kolaborasi riset yang relevan dengan isu global, mulai dari transisi energi hingga inovasi berkelanjutan.

“Tren pertukaran mahasiswa menunjukkan perkembangan yang menjanjikan,” kata dia.

Menurut Daniel, langkah selanjutnya adalah memperdalam kolaborasi melalui pertemuan lanjutan dengan universitas-universitas di Swedia.

Fokusnya tidak hanya pada mobilitas akademik, melainkan juga penguatan riset bersama dan kemitraan industri. Ia berharap agenda konkret dapat segera disusun untuk memperluas ruang kerja sama.

Penguatan relasi ITS dan Swedia juga memiliki dimensi strategis dalam konteks global. Kolaborasi ini sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ketujuh belas mengenai kemitraan global.

Perguruan tinggi dipandang sebagai aktor kunci dalam menjembatani diplomasi pengetahuan antarnegara.

Bagi ITS, kemitraan dengan Swedia membuka peluang penguatan reputasi internasional sekaligus transfer pengetahuan di bidang teknologi dan manajemen inovasi.

Sementara bagi Swedia, Indonesia menjadi mitra strategis di kawasan Asia dengan potensi talenta muda yang besar.

Pertemuan ini menegaskan bahwa diplomasi pendidikan semakin memainkan peran penting dalam hubungan bilateral.

Di tengah kompetisi global memperebutkan talenta dan inovasi, kolaborasi lintas negara menjadi instrumen strategis untuk memastikan relevansi dan daya saing institusi pendidikan tinggi.

Dengan jejaring yang terus diperluas, ITS berupaya menempatkan diri bukan hanya sebagai institusi pendidikan nasional, melainkan sebagai simpul kolaborasi global.

Kunjungan tersebut menjadi satu babak dalam upaya panjang membangun ekosistem akademik yang terhubung, adaptif, dan berorientasi masa depan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60