Daerah

Camat Dander Gercep Respon Aduan Warga Soal Lambatnya Buat KTP

34
×

Camat Dander Gercep Respon Aduan Warga Soal Lambatnya Buat KTP

Sebarkan artikel ini
Camat Dander
Saat perbaikan kerusakan kabel jaringan yang berada di rumah dinas Camat.

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO — Keluhan warga terkait pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di wilayah Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, beredar luas di sosial media Facebook. Melihat itu Camat Dander Teguh Wibowo, gerak cepat (Gercep) melaporkan kendala yang terjadi ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.

Teguh Wibowo, menjelaskan gangguan pelayanan KTP disebabkan oleh masalah jaringan, kerusakan kabel akibat terputus di rumah dinas.

“Jaringan mengalami kendala karena kabel digrogoti tikus di rumah dinas, sehingga jaringan layanan KTP sempat terganggu,” jelasnya, Rabu (21/1/2026).

Dalam kronologi pelayanan pembuatan KTP kepada pemohon asal Desa Ngulanan, pada Senin, 19 Januari 2026, pemohon datang ke kantor kecamatan untuk perekaman KTP.

Di saat perekaman berlangsung, terjadi gangguan jaringan sehingga pelayanan tidak dapat dilanjutkan.

Petugas lantas melaporkan gangguan itu ke Dinas Kominfo dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) pukul 08.30 WIB. Pada pukul 09.22 WIB, jaringan sempat kembali tersambung, namun belum stabil. Hingga pukul 10.00 WIB, jaringan masih belum normal, sehingga pemohon memutuskan pulang.

“Pada Selasa pagi, pemohon kembali datang ke kantor kecamatan. Saat itu jaringan sudah tersambung, namun masih terjadi gangguan pada proses perekaman, pencetakan KTP, dan layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD),” ujar Teguh.

Setelah proses perekaman berhasil dilakukan, mesin pencetak KTP masih mengalami kendala teknis.

Pemohon lantas kembali pulang sambil menunggu proses lanjutan selama 1×24 jam pasca perekaman.

“Pada Selasa sore, KTP yang bersangkutan sudah dapat dicetak. Petugas juga telah menghubungi pemohon melalui media sosial Facebook untuk menyampaikan bahwa KTP sudah selesai dan dapat segera diambil di layanan Dukcapil kecamatan. Dan pada hari ini KTP tersebut sudah diambil oleh yang bersangkutan,” pungkasnya.

Sebelumnya, unggahan itu memuat keluhan warga karena harus bolak-balik ke kantor kecamatan karena pembuatan KTP anaknya tak kunjung selesai akibat gangguan jaringan.

Dalam unggahan itu, akun Media Bojonegoro, warga menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan administrasi kependudukan, khususnya di tingkat kecamatan.

Dia mengaku telah datang lebih dari satu kali, namun selalu terkendala masalah jaringan. Kondisi itu dinilai memberatkan karena jarak rumah ke kantor kecamatan mencapai sekitar 15 kilometer.

Situasi itu semakin memberatkan karena anak yang mengurus KTP hanya mendapat izin terbatas dari pondok pesantren, sementara orang tua juga harus mengambil cuti kerja untuk mendampingi pengurusan administrasi tersebut.

Warga pun mempertanyakan alasan gangguan jaringan yang terjadi berulang, serta meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka agar masyarakat memahami kondisi sebenarnya dan mendorong pembenahan birokrasi pelayanan publik.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60