Terkini

Program ASN Peduli-Berbagi Kemendukbangga/BKKBN Jatim Sasar Keluarga Risiko Stunting

10
×

Program ASN Peduli-Berbagi Kemendukbangga/BKKBN Jatim Sasar Keluarga Risiko Stunting

Sebarkan artikel ini
Kemendukbangga

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Timur menempatkan penurunan angka stunting sebagai prioritas utama kinerja tahun 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Apel Senin bertajuk ASN Peduli-Berbagi yang digelar di lingkungan kantor Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Senin, 5 Januari 2026.

Apel perdana di awal tahun ini dipimpin Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Sukamto.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan kader lapangan dalam mengawal program-program strategis nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Sukamto menegaskan, sasaran utama program tersebut adalah kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD.

Menurutnya, kelompok ini menjadi titik krusial dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Ia juga meminta pembaruan dan validasi data Tim Pendamping Keluarga (TPK) di lapangan agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.

Data yang akurat dinilai menjadi fondasi utama keberhasilan program penurunan stunting di masing-masing kabupaten dan kota.

“Prevalensi stunting Jawa Timur saat ini berada di angka 14,7 persen. Namun jika dirinci per daerah, masih terdapat banyak kabupaten/kota dengan angka di atas 29 persen, bahkan ada yang mencapai 30 persen. Ini membutuhkan kerja ekstra dan kolaborasi yang kuat,” kata Sukamto.

Untuk itu, ia mengajak seluruh jajaran Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur memperkuat sinergi lintas sektor dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut, menurutnya, menjadi kunci dalam mewujudkan visi pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur juga mengawali tahun 2026 dengan menyalurkan bantuan melalui program ASN Peduli-Berbagi kepada keluarga risiko stunting (KRS).

Bantuan tersebut diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita non-PAUD di sekitar lingkungan kantor.

“Ini merupakan tindak lanjut dari program quick win. Di sekitar kantor ini masih ada masyarakat yang masuk kategori keluarga risiko stunting dan membutuhkan perhatian,” ujar Sukamto.

Para penerima bantuan memperoleh paket sembako dan kebutuhan pendukung pemenuhan gizi keluarga.

Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus berkontribusi langsung dalam menekan angka stunting di Jawa Timur.

“Paling tidak, bantuan ini bisa meringankan beban mereka. Pemerintah harus hadir melalui program-program konkret seperti ASN Peduli-Berbagi, meskipun nilainya tidak besar,” katanya.

Salah satu penerima bantuan, Maharani, seorang ibu hamil yang masuk kategori keluarga risiko stunting, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur. Ia menerima bantuan berupa beras, gula, dan mi instan.

Maharani juga menceritakan kondisi kehamilannya saat ini yang merupakan kehamilan keempat, setelah sebelumnya mengalami dua kali keguguran dan kehilangan seorang anak.

Ia berharap kehamilan kali ini berjalan lancar dan pemerintah terus memberikan perhatian kepada masyarakat kecil.

“Semoga kehamilan ini sehat sampai melahirkan. Saya berharap Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur terus membantu masyarakat, terutama warga kecil di sekitar sini,” ujarnya.

Sebagai catatan, prevalensi stunting di Jawa Timur pada 2025 tercatat sebesar 14,7 persen. Meski menunjukkan tren penurunan, masih terdapat sejumlah daerah dengan angka stunting tinggi yang membutuhkan intervensi serius dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60