Terkini

Geram, Nama Dicatut Untuk Peras Kades, Ketua dan Anggota PWI Bojonegoro Lapor Polres

71
×

Geram, Nama Dicatut Untuk Peras Kades, Ketua dan Anggota PWI Bojonegoro Lapor Polres

Sebarkan artikel ini
PWI
Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro (tengah kiri) saat menyerahkan laporannya kepada Kaur Bin Opsnal (KBO) Iptu Dasmono (tengah kanan) didampingi anggota PWI. (Foto: Istimewa).

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Merasa geram nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dicatut untuk memeras Kepala Desa (Kades), Ketua PWI Kabupaten Bojonegoro secara resmi melaporkan pencemaran nama baik ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bojonegoro, Rabu (17/12/2025)

Ketua dan Anggota PWI Bojonegoro mendatangi Polres Bojonegoro guna melaporkan oknum yamg mengaku anggota PWI.

Laporan diterima Kaur Bin Opsnal (KBO) Satreskrim Polres Bojonegoro, Iptu Dasmono, guna ditindaklanjuti.

Usai melapor, Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, menjelaskan laporan itu dibuat sebagai bentuk perlindungan terhadap nama baik organisasi sekaligus untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak, khususnya para kepala desa (Kades) di Bojonegoro.

Ceritanya, seseorang mengaku sebagai wartawan, mencatut nama PWI dan meminta uang ke Kades di Bojonegoro dengan cara menekan, bahkan oknum itu meminta sumbangan ke sejumlah Kades memakai modus kegiatan akhir tahun.

“Kami sudah melaporkan secara resmi ke Satreskrim Polres Bojonegoro. Ini bukan sekadar gertakan, tetapi upaya hukum agar persoalan ini jelas dan tidak berulang,” jelasnya.

Dalam laporan itu, turut diserahkan sejumlah bukti awal, di antaranya tangkapan layar percakapan yang mencatut nama PWI, foto kartu identitas pers, dan kuitansi yang digunakan oleh oknum tersebut.

Sasmito, menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan nama organisasi profesi wartawan untuk kepentingan pribadi.

Menurutnya, tindakan itu berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap insan pers.

“Ini bukan hanya soal nama PWI, tetapi juga soal menjaga marwah profesi wartawan. Kami ingin masyarakat tahu bahwa PWI tidak pernah melakukan praktik-praktik seperti itu,” tegasnya.

Pihaknya berharap aparat Polri dapat segera menindaklanjuti laporan itu, sesuai dengan hukum yang berlaku.

PWI Bojonegoro juga mengajak para kepala desa atau pihak lain yang merasa dirugikan untuk berani melapor dan memberi keterangan ke kepolisian.

Sasmito menghimbau agar kepala desa maupun pihak lain melapor pengurus resmi jika ada yang menyebut PWI, baik dalam bentuk proposal, surat, maupun komunikasi via chat WhatsApp.

“Jika ragu, silakan klarifikasi. Kami terbuka dan siap menjelaskan. Jangan sampai ada lagi yang dirugikan oleh ulah oknum,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini, beberapa kepala desa di wilayah Kabupaten Bojonegoro telah menjadi korban, di antaranya Desa Tondomulo, Desa Panjang, dan Desa Kedungadem.

Oknum itu meminta uang dengan nominal bervariasi dari Rp1.500.000 hingga Rp1.600.000 dengan alasan untuk kegiatan akhir tahun.

Bahkan dalam chat pesan WhatsApp yang dikirim ke Kades-kades di Kecamatan Kedungadem dan lainnya juga mencatut foto-foto kegiatan PWI baik PWI Jatim maupun PWI Tuban.

Juga sempat membuat Ketua PWI Tuban Suwandi berang dan tersinggung karena fotonya dicatut.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60