Menurutnya, pemahaman tentang keberagaman profesi harus ditanamkan sejak dini agar siswa memiliki orientasi karier yang lebih matang.
“Selama ini siswa cenderung hanya mengenal profesi yang umum seperti dokter atau polisi. Padahal, ada begitu banyak profesi menarik dan menjanjikan. Saya ingin menunjukkan bahwa peluang karier sangat beragam dan bisa dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya.
Agung juga menekankan bahwa profesi di bidang perpajakan memiliki prospek stabil, mengingat kontribusi strategis pajak terhadap APBN setiap tahun.
Ia menyoroti pentingnya kompetensi ganda, khususnya penguasaan akuntansi dan hukum, yang sangat dibutuhkan dalam sektor tersebut.
Menurutnya, arus informasi di era digital tidak otomatis menjadi pengetahuan bermakna tanpa kemampuan analisis dan keinginan eksplorasi yang kuat.

Di akhir sesi, Agung mendorong siswa untuk terus belajar, melatih kemampuan berpikir kritis, dan membangun jejaring pertemanan sebagai modal utama dalam profesi berbasis jasa dan keahlian.
Salah satu siswa, Fidella Aisyah dari kelas 8F, mengaku sangat terinspirasi oleh kegiatan tersebut. Baginya, paparan narasumber memberikan gambaran lebih konkret mengenai arah masa depan dan pentingnya perencanaan karier.
“Kegiatan ini sangat memotivasi. Saya ingin mengikuti jejak ayah saya karena beliau adalah sosok terbaik bagi saya,” ungkap Fidella.
Ia berharap Kelas Inspiratif dapat terus dilaksanakan sebagai program berkelanjutan.
Melalui Kelas Inspiratif, Spensabaya menegaskan kembali komitmennya terhadap pendidikan karakter sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Tidak hanya menanamkan aspek kognitif, sekolah juga berupaya membentuk pribadi yang tangguh, memiliki etos kerja, mampu beradaptasi, serta memiliki kecakapan sosial.
Interaksi langsung dengan para profesional memberikan model nyata bagi siswa mengenai sikap, nilai, dan karakter kerja yang dibutuhkan di dunia nyata.
Pendekatan ini dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara mental, sosial, dan moral.
Di akhir, Kepala SMPN 1 Surabaya, menegaskan, program ini juga mencerminkan langkah sekolah dalam memperkuat hubungan harmonis antara orang tua, guru, dan siswa.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















