BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bekolaborasi dengan Universitas NU Surabaya (Unusa) meluncurkan dokumen strategi komunikasi perubahan perilaku dan sosial sebagai upaya mempercepat pencegahan dan penurunan stunting, Jumat (28/11/2025).
Kegiatan diseminasi itu dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, tenaga kesehatan, pendamping keluarga, perwakilan kecamatan dan desa, serta sejumlah organisasi masyarakat.
Acara ini sekaligus menjadi ruang dialog bagi para pemangku kepentingan untuk memastikan strategi komunikasi yang disusun dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
Dalam sambutannya, Bupati Lumajang, Indah Amperawati biasa disapa Bunda Indah ini menegaskan komunikasi yang tepat sasaran merupakan kunci penting dalam menurunkan angka stunting.
“Upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya soal intervensi gizi, tetapi juga bagaimana pesan sampai kepada masyarakat secara benar. Dokumen strategi ini menjadi panduan agar seluruh perangkat daerah memiliki bahasa yang sama dalam mengedukasi keluarga,” ujarnya.
Dokumen strategi ini memuat berbagai pendekatan komunikasi, mulai dari penguatan pesan melalui kader kesehatan, pengoptimalan media sosial desa, hingga keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai agen perubahan perilaku.
Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, dokter Rosyidah menyebutkan bahwa dokumen ini akan menjadi acuan semua pihak untuk menggaungkan pesan-pesan penting terkait pola asuh, akses kesehatan ibu dan anak, hingga pemenuhan gizi keluarga.
“Kami ingin seluruh lapisan, dari kader posyandu, PKK, nakes, hingga pemerintah desa memahami perannya dalam mengajak masyarakat berperilaku hidup sehat. Ini bukan hanya dokumen, tetapi komitmen bersama,” tegasnya.
Selain itu, kegiatan diseminasi turut menghadirkan sesi workshop singkat agar peserta memahami contoh implementasi strategi komunikasi di wilayah masing-masing.
Dokumen strategi ini juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku mulai dari 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), pencegahan pernikahan dini, peningkatan konsumsi pangan bergizi seimbang, hingga pemeriksaan kesehatan ibu hamil.
Menurut salah satu peserta menyatakan bahwa selama ini pesan tentang stunting sudah ada, tetapi belum terarah dan kurang menyentuh kesadaran masyarakat.
“Dengan adanya dokumen ini, kami bisa lebih fokus dan kompak,” ujar Ika.
Peluncuran dokumen ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang serius dalam menurunkan angka stunting yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah.
Penutup acara ditegaskan dengan harapan bahwa setiap desa, lembaga, dan keluarga dapat menerapkan strategi ini secara konsisten.
“Kita semua punya peran. Dengan informasi yang benar, tindakan yang tepat, dan kolaborasi yang kuat, kita bisa melahirkan generasi Lumajang yang sehat dan berkualitas,” tutup Bupati.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















