Pemerintahan

Kampanye Germas Selamatkan Pangan 2025, Bupati Bojonegoro Ajak dari Hal Kecil

12
×

Kampanye Germas Selamatkan Pangan 2025, Bupati Bojonegoro Ajak dari Hal Kecil

Sebarkan artikel ini
Bupati Bojonegoro
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampungi Kepala DKPP Zaenal Fanani memberikan hadiah kepada juara lomba Inovasi Olahan Sisa Makanan saat membuka Kampanye Gerakan Masyarakat Selamat Pangan 2025. (Foto: Suyati/Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono (eSWe), membuka kampanye gerakan masyarakat selamatkan pangan (Germas-SP) 2025 oleh Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP), Selasa (11/11/2025), dalam rangka mengurangi limbah dan mengelola konsumsi pangan lebih bijak.

Acara dipusatkan di ruang Angling Dharma lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro ini, EsWe, mengajak untuk mengkampanyekan kegiatan bertajuk “Food Rescue Campaign: Gerakan Masyarakat Selamatkan Pangan atau Gema Pangan 2025” dimulai dari lingkungan terkecil.

DKPP Bojonegoro menghadirkan dua narasumber dalam agenda ini, yakni, Koordinator Penyuluh Pertanian Ahli Madya DKPP Provinsi, Dyah Sulistyowati, dan dari Food Bank Garda Pangan, Dedhy Baroto Trunoyudho.

Perhelatan diikuti oleh 112 peserta. Terdiri dari 22 anggota perhimpunan hotel dan resoran, 80 guru dan murid SMA/SMK se Bojonegoro, serta 10 finalis lomba Inovasi Olahan Sisa Pangan 2025. Serta dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.

Kepala DKPP Pemkab Bojonegoro, Zaenal Fanani menuturkan, Germas SP 2025 memiliki latar belakang peningkatan ketahanan pangan. Peningkatan itu dapat dilakukan melalui dua cara. Yakni peningkatan produksi dan stop boros pangan.

“Apabila seluruh masyarakat Bojonegoro ini dalam mengkonsumsi makanannya disisakan satu butir nasi, maka kalau dikumpulkan dalam satu tahun ada sekitar 50 ton beras yang terbuang sia-sia,” tutur pria asal Blitar ini.

Tujuan kegiatan ini, kata Zaenal, adalah untuk mengurangi limbah pangan dan mendorong pengeluaran pangan yang bijak, sehat, serta berkelanjutan. Tema yang diangkat dalam acara ini “Bijak Kelola Pangan Selamatkan Masa Depan.”

Zaenal melanjutkan, masih dalam tema ketahanan pangan, DKPP juga telah menyelenggarakan lomba Inovasi Olahan Sisa Pangan berjudul “Sisa Pangan Bersisa Jadi Rasa”. Lomba ini dikuti 94 peserta, dan terselanggara pada 26 Agustus 2025.

“10 finalis berhasil terjaring melalui penjurian. Dari 10 finalis diambil 6 peserta. Yaitu Juara 1,2,3 dan Juara Harapan 1,2, dan 3,” lanjut Zaenal.

Sementara Bupati EsWe, mengatakan, bijak mengelola makanan sudah dikenal dalam budaya lokal sejak lama.

Dia mengingat, filosofi ini sering diajarkan oleh para orang tua saat dia masih kecil. Yaitu agar selalu menghabiskan makanan dan tidak boleh tersisa.

“Masa kita kecil dulu sering diajari, kalau makanan tidak dihabiskan, nanti ayamnya mati, ajaran ini kan selaras dengan ketahanan pangan,” katanya.

Berkenaan ajaran para orang tua terdahulu itu, Bupati EsWe mengaku hanya ingin menggarisbawahi, untuk mencegah perilaku boros terhadap konsumsi makanan dan lebih mensyukuri rizki yang diberikan Tuhan, dapat dimulai dari lingkungan yang paling kecil.

“Dan lingkungan yang paling kecil adalah lingkungan keluarga,” tegasnya.

Ajaran budaya agar tidak berperilaku boros dan menyia-nyiakan makanan juga sesuai dengan ajaran Islam.

Pria asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo itu lalu mengutip larangan mubazir yang disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Isra’ ayat 26-27. Ia juga megatakan bahwa ajaran itu diriwayatkan dalam banyak hadits.

“Jadi disipilin ini harus kita mulai dari lingkungan keluarga meskipun konsepnya ketahanan pangan, maka betul produksi kita naikkan, pemborosan kita kurangi, termasuk kepada para bapak/ibu guru untuk mengingatkan murid-muridnya,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60