Berbeda dengan studio foto pada umumnya, kata Rini, di self photo studio itu diberi harga berdasarkan paket yang dipilih. Mulai dari harga paling rendah 35 ribu rupiah hingga paling tinggi 65 ribu rupiah, bahkan bisa lebih jika nambah.
“Satu paket itu dapat waktu untuk foto-foto bebas selama 5 menit. Maksimal tiga orang dan free soft file serta satu print foto. Jika ingin nambah bisa nambah. Jadi banyak yang datang ke sini itu mungkin ya, memang bisa foto dengan asyik dan menarik di studio kekinian dengan harga yang terjangkau,” kata perempuan kelahiran bulan April tahun 2001 ini.
Dalam setiap hari kini, disebutkan Rini, terdapat sekitar 20 hingga 30 pengunjung. Mulai dari warga sekitar hingga luar daerah seperti warga Kraksaan dan Paiton misalnya. Sehingga di usia mudanya ini, ia mampu meraup cuan puluhan juta rupiah per bulan.
“Alhamdulillah Eternal Space Probolinggo ini sudah berjalan satu tahunan lebih. Dan saat ini sudah mempunyai kemitraan yang ada di Ponorogo. Jadi bagi yang ingin bermitra bisa menghubungi langsung ke Medsos Instagram Eternal Space,” kata Rini, gadis asal Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo Ini.
Lanjut diceritakannya, inovasi membangun self photo studio tersebut bermula ketika sedang jalan-jalan bersama seorang temannya, Hafrida Astrid Atmaniar. Kala itu, ia mengelilingi jantung Kota Probolinggo sembari menikmati sejumlah kuliner.
“Setelah itu, kita pingin banget nih foto-foto yang kekinian gitu, pada intinya ingin foto asyik dan seru dengan background yang menarik. Namun satu jam kita keliling di Probolinggo ini, tak kunjung menemukan studionya,” ungkapnya.
Suatu sore di kos Astrid, Rini dan Astrid tengah berbincang santai tentang keinginan untuk membangun sebuah bisnis. Dari obrolan itu, muncul ide untuk membuat usaha photobooth, terinspirasi dari pengalaman mereka yang sempat kesulitan mencari layanan serupa di Kota Probolinggo.
“Hampir satu jam lebih kita ngobrol dan saling menawarkan berbagai referensi usaha kecil-kecilan. Akhirnya muncullah keinginan bersama untuk bangun usaha self photo studio itu. Karena memang belum ada dan tren nya kuat untuk jangka waktu panjang,” ucapnya.
Tak langsung berjalan mulus, begitu terbangun, Rini bersama Astrid berbagi tugas untuk melengkapi aksesoris dan konsep serta teknik pemasarannya. Siapa sangka satu bulan kemudian, Eternal Space Probolinggo tersebut viral dan makin banyak dikunjungi hingga sekarang.
“Pelajaran paling penting, jangan pernah takut untuk mencoba. Namun disertai dengan niat dan usaha yang baik, serta doa. Insyaallah ke depannya akan diberikan kelancaran,” pungkasnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















