Pendidikan

Unusa Bangun Ekosistem Pesantren Peduli Kesehatan Mental

13
×

Unusa Bangun Ekosistem Pesantren Peduli Kesehatan Mental

Sebarkan artikel ini
Unusa

Program P3LP ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas pesantren. Melalui Fakultas Kedokteran dan tim pengabdian masyarakat, Unusa berperan dalam desain pelatihan, pendampingan berkelanjutan, serta pembentukan jejaring kesehatan mental di lingkungan pesantren.

Kegiatan ini meliputi simulasi penanganan awal kasus psikologis, pelatihan konselor sebaya (peer counselor), serta pembentukan jaringan pendamping kesehatan mental yang berkoordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan setempat.

Pendekatan ini diharapkan membentuk sistem deteksi dini dan rujukan bagi santri yang memerlukan penanganan profesional.

Dekan Fakultas Kedokteran Unusa, Doktor Handayani, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah konkret dalam upaya pencegahan gangguan psikologis di lingkungan pesantren.

Ia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter dan moral generasi bangsa, sehingga perlu diperkuat dengan pemahaman kesehatan mental yang baik.

“Program ini sejalan dengan visi Unusa untuk memberdayakan komunitas pesantren agar semakin sehat, kuat, dan berdaya. Kesehatan mental adalah pondasi utama kehidupan. Kami ingin para santri tumbuh menjadi pribadi tangguh yang mampu menghadapi dinamika zaman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Handayani menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata Unusa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3: Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan (Good Health and Well-being).

“Unusa berkomitmen menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat. Pesantren merupakan komunitas strategis dalam membangun kesadaran kesehatan mental, dan kami ingin menjadi bagian dari transformasi itu,” jelasnya.

Kampanye P3LP di lima pesantren di Sidoarjo ini diharapkan menjadi model nasional dalam membangun pesantren yang sehat secara fisik dan mental.

Program ini tidak hanya menanamkan kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa, tetapi juga menumbuhkan kemampuan lembaga pesantren untuk menciptakan lingkungan belajar yang suportif, inklusif, dan menenangkan bagi para santri.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas pesantren, Unusa optimistis gerakan ini akan menjadi pondasi penting dalam memperkuat ketahanan mental generasi muda Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan pendidikan kesehatan berbasis nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60