Selain mengenal minat dan bakat, Ayu juga menekankan pentingnya keseimbangan digital (digital balance) di era media sosial. Ia memberikan tips agar remaja mampu mengelola waktu antara bermain gawai, belajar, dan beristirahat.
“Gunakan gadget untuk hal produktif, pilih konten edukatif, dan jangan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Yang terpenting, selalu diskusikan hal-hal yang membingungkan dengan guru atau orang tua,” pesannya.
Ayu juga menyoroti fenomena school burnout atau kelelahan belajar yang dialami sebagian remaja.
Untuk mengatasinya, ia merekomendasikan teknik belajar sehat seperti Pomodoro Technique (belajar fokus selama 25 menit dan istirahat 5 menit) serta memberikan ruang “me time” seperti journaling, berolahraga, atau kegiatan kreatif lainnya.
“Belajar bukan hanya soal akademik. Kadang, rehat dan bersosialisasi juga bagian dari proses belajar kehidupan,” tambahnya.
Kepala Sekolah SMPN 15 Malang, Suwaiba, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian industri terhadap dunia pendidikan.
“Ini adalah kolaborasi yang sangat baik. Ale-Ale memberi ruang bagi anak-anak untuk berkreasi dan belajar menjadi pribadi yang berani mengekspresikan diri,” ujarnya.
Kegiatan Ale-Ale Goes to School tidak hanya berisi sesi edukatif, tetapi juga aktivitas kreatif seperti lomba membuat prakarya dari kemasan cup Ale-Ale dan kompetisi meracik minuman kekinian menggunakan topping seperti jelly, selasih, dan popping boba.
Aktivitas ini dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian mencoba hal baru, dan kemampuan bereksperimen di kalangan siswa.
Sejak pertama kali hadir pada tahun 2006, Ale-Ale telah dikenal sebagai minuman buah yang menghadirkan kesegaran otentik bagi generasi muda. Dengan sembilan varian rasa (Jeruk, Strawberry, Anggur, Sirsak, Markisa, Mangga, Leci, Jambu, dan Cocopandan) Ale-Ale terus berinovasi menghadirkan kesegaran yang relevan dengan gaya hidup anak muda.
“Setiap tegukan Ale-Ale kami harap bisa memberi energi baru bagi remaja untuk terus berani berekspresi dan berjuang menjadi juara versi dirinya sendiri. Karena perjalanan menjadi diri sendiri adalah petualangan yang paling berharga,” tutup Nancy.
Melalui program “Ale-Ale Goes to School, Berani Berekspresi, Makin Juara”, WINGS Food menegaskan perannya bukan hanya sebagai produsen minuman, tetapi juga mitra edukasi yang hadir untuk menginspirasi generasi muda Indonesia agar tumbuh dengan semangat positif, keberanian, dan kesadaran diri yang sehat di tengah derasnya arus digitalisasi.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















