BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Seorang bocah berusia 5 tahun di Jombang diduga tenggelam di sungai yang tak jauh dari rumahnya, Selasa (28/10/2025) petang. Hingga malam hari, petugas bersama relawan masih terus melakukan pencarian.
Korban diketahui bernama Ahmad Alfin Mubarok, warga Dusun Mojogeneng, Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno. Menurut keterangan Kepala Desa Gedangan, Sukarno, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
“Korban ini awalnya sedang disuapi ibunya, lalu ibunya pergi mandi dan menitipkan korban ke kakaknya. Sementara ayahnya sedang mencari rumput di belakang rumah,” jelas Sukarno, saat dikonfirmasi via telepon.
Namun setelah sang ibu selesai mandi, sekitar waktu salat maghrib, Alfin sudah tidak berada di rumah. Pihak keluarga langsung melakukan pencarian, namun bocah itu tak kunjung ditemukan.
“Rumah korban memang sangat dekat dengan sungai, jaraknya sekitar lima meter. Jadi dugaan kuatnya korban tercebur ke sungai,” tambahnya.
Hingga pukul 20.30 WIB, anak pasangan Moh Yahya (49) dan Muslihus Sa’diyah (47) itu belum ditemukan. Tim BPBD Jombang bersama relawan dan warga setempat masih melakukan penyisiran di sungai maupun di daratan sekitar lokasi.
“Iya, pencarian masih terus dilakukan. Ada yang menyisir dari darat, ada juga yang di sungai,” ujar Sukarno.
Sementara itu, Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevy Maria, membenarkan adanya laporan anak hilang yang diduga hanyut di sungai.
“Benar, sampai malam ini tim kami masih melakukan pencarian,” kata Stevy saat dikonfirmasi.
Berdasarkan hasil pengecekan, pintu samping rumah korban dalam kondisi terbuka. Jejak korban juga mengarah ke sungai yang berada tepat di belakang rumah.
“Indikasinya kuat korban tercebur karena posisi rumah berada di bantaran sungai. Pencarian kami lakukan secara manual dengan menyisir sungai sejauh 100 hingga 300 meter dari titik awal,” jelas Stevy.
Ia menambahkan, saat kejadian, kondisi air sungai tidak terlalu deras dengan ketinggian yang relatif rendah. Korban terakhir terlihat mengenakan baju koko. Sekadar diketahui bahwa hingga saat ini upaya pencarian korban masih berlangsung.


















