BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bojonegoro masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di Pendapa Malowopati Pemkab setempat, Senin (27/10/2025).
Pelantikan bertema “PPDI Bergerak, Satukan Langkah, Bulatkan Tekad Mewujudkan Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan” ini, dihadiri Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Kapolres AKBP Afrian Setya Permadi, Dandim 0813 Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, Ketua Bawaslu kabupaten, Handoko Sosro Hadi Wijoyo, Ketua KPU Roby Adi Perwira, Direktur Utama PT BPR Bank Daerah, Sutarmini dan ratusan perangkat desa dari berbagai kecamatan.
Pada pidatonya Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan dan peran aktif PPDI dalam memperkuat pelayanan publik di tingkat desa.
Dia juga menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting memperkuat koordinasi, sinergi, dan profesionalisme perangkat desa. Agar terwujud desa bahagia dan makmur.
“Kita ini pelayan publik, pelayan masyarakat. Perangkat desa adalah ujung tombak pemerintahan di tingkat bawah. Saya berharap PPDI menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan pembinaan profesionalisme bagi seluruh perangkat desa,” ujar Bupati Wahono.
Setyo Wahono juga mengingatkan pentingnya kejujuran dan ketepatan dalam pendataan warga penerima bantuan sosial agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran.
“Kalau tadi Ketua PPDI Jawa Timur menyampaikan haknya, di sini kami akan menyampaikan kewajiban perangkat desa. Kalau ada warga yang memang tergolong kurang mampu, tulis sesuai kenyataan. Tapi kalau sudah mampu, jangan tetap dicatat hanya karena faktor kedekatan atau hubungan keluarga. Program tidak akan tepat sasaran jika data dari bawah tidak akurat,” tegas Setyo Wahono.
Bupati Bojonegoro berharap pelantikan pengurus ini dapat menjadi momentum baru bagi seluruh perangkat desa agar terus berinovasi, meningkatkan kapasitas, serta mewujudkan pemerintahan desa yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan.
Ketua terpilih Rahmad Basuki menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat desa.
“PPDI Bojonegoro akan terus berperan aktif dalam pembangunan desa. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak untuk mewujudkan Bojonegoro yang lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya.
Ketua PPDI Jawa Timur Sutoyo Muslih dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi dan kebersamaan antarperangkat desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional, transparan, dan berpihak pada masyarakat.
“PPDI adalah satu-satunya organisasi yang benar-benar memperjuangkan kepentingan perangkat desa. Lahirnya PPDI juga menjadi bagian dari perjuangan lahirnya Undang-Undang Desa, bukan sesuatu yang hadir secara tiba-tiba,” ujar Sutoyo.
Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur II (Bakorwil II ) Bojonegoro, Agung Subagyo yang hadir mewakili Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus PPDI Bojonegoro.
“PPDI merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas dan profesionalisme sangat dibutuhkan agar PPDI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah maupun provinsi,” tuturnya.


















