Pendidikan

Resmi Dibuka Museum Rajekwesi Ramai Didatangi Pengunjung

23
×

Resmi Dibuka Museum Rajekwesi Ramai Didatangi Pengunjung

Sebarkan artikel ini
Para siswa berkunjung ke Museum Rajekwesi bersama Komunitas Bojonegoro History. (Foto: Suyati/ Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Usai diresmikan di Hari Jadi Bojonegoro (HJB), Museum Rajekwesi, pada tanggal 20- 22 Oktober 2025 ini ramai didatangi pengunjung. Terlihat antusias pengunjung khususnya dari kalangan pelajar, Rabu (22/10/2025).

Salah satu pengunjung dari Komunitas Bojonegoro History, Andre, mengungkapkan komunitasnya memiliki progam dalam satu bulan dua kali untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah atau cagar budaya yang memiliki nilai edukasi kepada generasi saat ini.

Dia juga menyambut baik dengan adanya Museum Rajekwesi saat ini, menurutnya museum adalah aset benda temuan purbakala yang berserakan di Kabupaten Bojonegoro dipindah dan diletakkan di Museum.

“Ini adalah tempat edukasi budaya dan sejarah bagi Kabupaten Bojonegoro sendiri,” ungkapnya.

Andre juga berpendapat jika sebuah daerah atau pun kabupaten tanpa Museum merupakan kota yang mati karena hilangnya sejarah dan jati diri.

“Makanya dengan adanya Museum ini sama saja menemukan jati diri yang kembali, karena membangun Kabupaten Bojonegoro tanpa melibatkan komponen-komponen masyarakat maupun sejarah serta budayawan itu tidak akan maju. Menurut kami hal ini juga salah satu cara membangkitkan minat masyarakat dan generasi mudah untuk mengenal budaya serta peninggalan sejarah di Bojonegoro,” tambahnya.

Harapannya dengan adanya Museum Rajekwesi tetap akan menjadi ruang edukasi budaya dan sejarah terutama Dinas Pariwisata yang harus fokus terhadap riset di bidang kebudayan dan sejarah jangan hanya fokus di seni maupun pertunjukan.

“Karena masih banyak temuan-temuan yang belum diletakkan di museum seperti Yoni yang berada di Desa Dukohlor dan masih banyak lagi,” tandas Andre.

Salah satu staf Museum Rajekwesi, Daffa menjelaskan terdapat empat masa sejarah Fosil, masa peninggalan sejarah Hindu Budha, Artefak dan pakaian tradisional khas Bojonegoro.

“Disini juga ada ruangan koleksi pertanian jaman dulu, seperti Arit, Ani-ani dan ada lagi koleksi Keris,” terangnya.

Selain itu, di lantai kedua gedung museum ini terdapat ruangan pakaian tradisional Bojonegoro, seperti pakaian kange yune, Batik Obor Sewu, pakaian manten, pakaian Penari Tenggul.

Daffa juga menambahkan masih banyak koleksi yang seharusnya diletakkan di musium ini. Pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sendiri terus mencoba berkomunikasi melalui surat agar koleksi yang masih ada di beberapa tempat bisa dipindahkan ke Museum Rajekwesi.

“Kami masih mencoba bersurat agar benda-benda yang ada di musim lain bisa dipindahkan kesini dan kami juga sedang memperbaiki fasilitas yang ada di musim agar semakin layak sesuai standar musim,” tambah Daffa.

Tidak hanya benda bersejarah saja yang terdapat di Museum Rajekwesi saat pembukaan, nampak juga pedagang Keris dari beberapa daerah turut merampaikan.

Perlu diketahui Museum Rajekwesi ini buka untuk umum setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00- 16.00 WIB. Dan tidak ada retribusi tiket masuk alias gratis

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60