Terkini

Tayangan Trans7 Tuai Gelombang Protes, Anggota DPD RI dan KPID Jatim Angkat Suara

16
×

Tayangan Trans7 Tuai Gelombang Protes, Anggota DPD RI dan KPID Jatim Angkat Suara

Sebarkan artikel ini
Trans7
Dr. Lia Istifhama, anggota DPD RI asal Jawa Timur, saat wawancara.

Ning Lia juga menyinggung pentingnya pemahaman kontekstual terhadap budaya pesantren.

“Kalau bicara pondok pesantren, budaya nyantri dan kehidupan sosial santri, maka harus berpengalaman sebagai santri, atau setidaknya melakukan riset mendalam. Jangan asal ingin viral, tapi hanya melihat satu sisi dan menyimpulkan sendiri tanpa memahami makna tradisi tersebut. Stop provokasi yang hanya menimbulkan kegaduhan dan kontraproduktif,” imbuhnya.

Perempuan yang dikenal sebagai senator muda ini juga mengungkapkan pengalamannya saat nyantri.

“Dulu saat SMA, saya sekolah di sekolah negeri, tapi di luar jam sekolah saya tinggal di pondok pesantren. Banyak sekali pengalaman unik yang saya rasakan. Kami biasa makan bersama dalam satu wadah besar, ro’an atau kerja bakti setiap Minggu. Semua dilakukan dengan gembira dan penuh kebersamaan. Tradisi santri itu indah dan penuh nilai kebersamaan,” kenangnya.

Menurutnya, maraknya dukungan kepada pesantren di media sosial adalah bukti kuat bahwa pesantren masih menjadi benteng moral bangsa.

“Gelombang dukungan itu bukti bahwa alumni santri merasakan keberkahan dan kebahagiaan selama mondok. Dan jangan lupa, kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari semangat jihad para santri. Itu fakta sejarah yang tidak boleh dihapus,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPID Jawa Timur Royin Fauziana menegaskan pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat dan tokoh pesantren yang keberatan atas tayangan tersebut.

“Kami menilai ada indikasi pelanggaran terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), khususnya terkait penghormatan terhadap nilai-nilai agama dan keberagaman,” ujarnya, Selasa (14/10).

Royin menambahkan bahwa penyiaran harus memperkuat semangat toleransi dan keadaban publik.

“Tayangan dengan narasi yang mengarah pada stigma terhadap kelompok tertentu jelas bertentangan dengan semangat keberagaman bangsa,” ujarnya.

KPID Jawa Timur juga akan melaporkan hasil aduan masyarakat kepada KPI Pusat serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat literasi penyiaran, terutama dalam program-program yang mengangkat tema keagamaan dan sosial budaya.

Kasus ini menjadi cermin penting bagi dunia penyiaran nasional agar senantiasa menegakkan etika jurnalistik, menjaga sensitivitas budaya, dan menghormati nilai-nilai keagamaan dalam setiap produksi konten.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60