Pemuda

Mahasiswa UNAIR Raih Juara Harapan II di MTQMN XVIII Lewat Aplikasi Amaplay

8
×

Mahasiswa UNAIR Raih Juara Harapan II di MTQMN XVIII Lewat Aplikasi Amaplay

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi gemilang pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVIII yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada 5–10 Oktober 2025.

Dalam ajang tingkat nasional tersebut, dua mahasiswa UNAIR berhasil meraih Juara Harapan II pada cabang lomba Desain Aplikasi Komputer Al-Quran (DAQ).

Mereka adalah Ahmad Haqqul Yaqiin dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) serta Muhammad Zhafir Zahid Aydin dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM).

Keduanya tergabung dalam satu komunitas di Masjid Ulul Azmi UNAIR. Melalui komunitas tersebut, mereka mendapatkan informasi mengenai seleksi MTQMN tingkat universitas dan tertarik untuk berpartisipasi dalam cabang DAQ.

Perjalanan mereka dimulai dari tahap seleksi tingkat universitas, pra-nasional, hingga akhirnya menjadi bagian dari kafilah UNAIR yang berlaga di tingkat nasional.

Dari ide sederhana tugas kuliah yang belum sempat terealisasi, lahirlah Amaplay, sebuah aplikasi edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Quran sejak dini.

Secara konsep, Amaplay menyerupai aplikasi pembelajaran interaktif di Play Store, namun berfokus pada pengenalan dan pemahaman Juz Amma.

Amaplay menghadirkan fitur pemaknaan ayat, permainan edukatif, sistem level, serta perolehan bintang sebagai bentuk apresiasi bagi pengguna.

Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya menghafal dan membaca ayat, tetapi juga memahami maknanya.

“Dari situ, anak-anak bisa bertadabur memahami surat yang dihafal dan menanamkan karakter untuk mencintai Al-Qur’an sejak dini. Jadi tidak hanya hafal, tetapi juga paham maknanya,” ujar Ahmad Haqqul Yaqiin.

Atas inovasi tersebut, tim Amaplay berhasil membawa pulang Juara Harapan II.

“Alhamdulillah kami sangat senang, apalagi saat pengumuman, nama kami disebut satu per satu. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu, terutama pembina, universitas, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan,” ungkap Zhafir Zahid Aydin.

Meski begitu, perjalanan mereka tidak lepas dari tantangan. Salah satu momen paling menantang muncul pada tahap presentasi di tingkat nasional. Minimnya pengalaman tampil di panggung besar membuat mereka harus cepat beradaptasi.

“Awalnya kami mengira presentasinya seperti biasa. Tapi ternyata harus dikemas menarik, mulai dari PowerPoint, video, hingga cara penyampaian. Beruntung kami mendapat bimbingan langsung dari pihak universitas,” tambahnya.

Usai kompetisi, tim Amaplay mencatat berbagai masukan dari dewan juri untuk pengembangan aplikasi di tahap berikutnya.

Mereka berencana menyempurnakan fitur-fitur Amaplay agar dapat segera dirilis di Play Store dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Langkah dua mahasiswa UNAIR ini menunjukkan bahwa semangat inovasi dapat bersinergi dengan nilai-nilai keagamaan.

Amaplay menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an pada generasi muda, sebuah harmoni antara sains, kreativitas, dan spiritualitas yang menjadi ciri khas mahasiswa Universitas Airlangga.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60