Terkini

Profesi Tukang Pijat Cedera, Pijat Dipakai Kedok Open BO

73
×

Profesi Tukang Pijat Cedera, Pijat Dipakai Kedok Open BO

Sebarkan artikel ini
pijat
Kasie Humas Polres Madiun Kota Iptu Ubaidillah (Foto : Nawan,Beritabangsa.Id)

BERITABANGSA.ID, MADIUN – Fenomena baru muncul di wilayah Madiun. Layanan jasa pijat tradisional mulai menyimpang. Ironisnya, mayoritas tukang pijat itu adalah perempuan, di balik “pejatan elus-elus” mereka menawari tamu untuk booking order (BO) melalui aplikasi daring.

Yang memprihatinkan, aplikasi pertemanan di media sosial rawan dimasuki perempuan yang menawarkan layanan pijat plus-plus. Tarifnya telah dibanderol tinggi.

Mantan tukang pijat online berinisial Y (37) mengakui praktik itu sedang marak. Hal itu menurutnya dari persaingan. Banyak dari.mereka memilih cara itu demi meraih pelanggan demi mengejar cuan.

“Kalau hanya pijat biasa sepi Mas. Memang dari pertanyaan tamu soal layanan lain, hingga mereka ikut-ikutan,” ungkapnya, Selasa 16 September 2025.

Praktik ini sudah memicu keresahan di masyarakat. Mereka khawatir anak-anak muda mereka terjerat. Bahkan mencederai profesi tukang pijat tradisional. Secara kesehatan sosial pun rawan penyebaran penyakit menular.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, melalui Kasie Humas Polres Iptu Ubaidillah, menegaskan pihaknya akan menindak tegas segala bentuk praktik prostitusi terselubung, termasuk yang berkedok jasa pijat.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih selektif. Jangan sampai aplikasi dijadikan sarana transaksi ilegal. Kami akan terus melakukan patroli siber dan operasi yustisi untuk menekan praktik-praktik semacam ini,” tegasnya.

Masyarakat pun diharapkan lebih bijak, terutama dalam memanfaatkan aplikasi. Layanan pijat hendaknya pun diharap kembali pada fungsi utamanya, yakni menjaga kesehatan dan kebugaran, bukan jadi kedok praktik haram dan melanggar hukum.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60