Terkini

Fatayat NU dan 25 Bidan Desa Siaga Unggulan Dorong Germas di Lumajang

53
×

Fatayat NU dan 25 Bidan Desa Siaga Unggulan Dorong Germas di Lumajang

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang dengan Bidan Desa dan Fatayat NU

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Fatayat NU Cabang Lumajang bersama 25 Bidan Desa Siaga Unggulan Germas menggelar kegiatan PPD Desa Siaga Aktif Unggulan 2025, Selasa (9/9/2025), di ruang Pisang Raja Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) kabupaten setempat.

Acara penuh semangat ini dibuka Kabid Kesmas Dinkes P2KB kabupaten , Indah Kusumawati.

Indah menegaskan kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman sekaligus komitmen para peserta mendukung penyebarluasan informasi serta penggerakan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

“Secara khusus, kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang Pedoman Umum Pengembangan Desa Siaga Unggulan Germas dan 10 indikator PHBS di rumah tangga. Kami berharap para peserta mampu menjadi motor penggerak di masyarakat,” ungkap Indah.

Indah juga menyoroti tantangan serius yang dihadapi bangsa ini. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes mellitus naik dari 8,7 persen menjadi 10,9 persen, sementara stroke meningkat dari 2,13 persen menjadi 3,09 persen.

Tren penyakit tidak menular (PTM) kini menjadi penyebab 65 persen kematian di Indonesia. Gaya hidup masyarakat turut memperburuk kondisi ini. Riset tahun 2023 mencatat 37,1 persen penduduk kurang beraktivitas fisik, 93,7 persen jarang makan sayur dan buah, serta 36,3 persen penduduk usia di atas 15 tahun masih merokok.

Hasil survei PHBS rumah tangga 2024 menunjukkan capaian baru menyentuh 37,02 persen, jauh dari target 56 persen.

“Indikator aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta perilaku tidak merokok dalam rumah tangga masih belum optimal. Inilah yang menjadi perhatian serius kita bersama,” tambah Indah.

Melalui Germas berdasar Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2017, pemerintah mendorong peran lintas sektor mulai dari pusat, provinsi, hingga desa untuk menciptakan budaya hidup sehat.

Dalam konteks inilah, Fatayat NU hadir sebagai mitra strategis. Organisasi perempuan muda NU ini dinilai memiliki kekuatan struktural yang menjangkau hingga tingkat desa, sehingga mampu mendukung upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Fatayat NU bisa menjadi supporting system yang kuat. Dengan keterlibatan mereka, diharapkan pesan Germas dan PHBS dapat sampai dengan lebih efektif ke masyarakat desa,” ujar Indah.

Dengan kegiatan ini, tersusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai pedoman bagi para peserta dalam menggerakkan Germas di Desa Siaga Unggulan.

Semua pihak berharap, di 2025 menjadi momentum bagi Lumajang untuk memperkuat budaya hidup sehat. Dengan sinergi antara pemerintah, bidan desa, dan Fatayat NU, upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan bisa berjalan lebih optimal.

“Semoga Germas dan PHBS semakin mengakar kuat di Lumajang melalui peran besar Fatayat NU, dari tingkat cabang hingga ranting desa,” pungkas Indah.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60