BERITABANGSA.ID, JEMBER – Kabupaten Jember, Jawa Timur diduga jadi surganya pebisnis kosmetik ilegal. Wartawan beritabangsa.id mendapati 8 toko di lokapasar daring yang beralamatkan di Jember, menjual kosmetik ilegal.
Sejumlah toko daring itu terdeteksi aktif beroperasi sampai berita ini ditayangkan. Untuk memastikan toko-toko tersebut aktif, wartawan Beritabangsa.id mengirim pesan ke toko tersebut dan terlihat 1 jam terakhir aktif.
Mereka menjual produk yang sama yakni bibit booster pemutih badan, dengan ciri-ciri kemasan yang polos, tanpa merek, dan tidak ada keterangan izin BPOM di kemasan.
Produk bibit booster pemutih badan itu dijual dengan harga bervariasi, antara Rp60.000 hingga Rp85.000.
Ketika wartawan beritabangsa.id mengirimkan pesan dengan menyampaikan maksud untuk membeli secara langsung ke alamat fisiknya, dengan alasan ingin membeli dalam jumlah banyak, admin toko kosmetik ilegal itu menolaknya, dan menjawab hanya melayani transaksi secara daring.
“Beli langsung ke toko di mana kak? Saya juga Jember, rencana saya mau beli banyak, saya juga di Jember kak” tulis wartawan Beritabangsa.id dalam pesan daring ke toko kosmetik ilegal di lokapasar.
“Maaf kak gak buka offline. Maaf kak lewat aplikasi saja,” jawab admin toko kosmetik ilegal yang beralamatkan di Jember.
Baca juga: Kepala Balai POM Jember Beber Konsekuensi Hukum Bagi Pebisnis Kosmetik Ilegal
Sebelumnya, wartawan beritabangsa.id mewawancarai Kepala Balai POM Jember, Benny Hendrawan Prabowo pada Senin, 1 September 2025.
Benny mengatakan pihaknya rutin melakukan pengawasan di wilayah kerjanya yang meliputi 5 Kabupaten di antaranya Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi.
Benny menyebut, selain terjun langsung melakukan pengawasan rutin secara fisik, pihaknya juga menyiagakan tim untuk mencari adanya produk-produk kosmetik ilegal.
“Kami juga melakukan pengawasan terhadap penjualan secara online, kami juga ada tim yang melakukan patroli siber, jadi pedagang online jangan dikira aman. Kadang yang jualan offline itu ‘mangkel’ (baca: menggerutu) wah enak ini yang jualan online tidak diperiksa BPOM, kami yang punya toko (offline) didatangi. Nah kita juga menyiagakan tim siber. Jadi kami melakukan pengawasan secara menyeluruh,” ujar Benny kepada Beritabangsa.id.
>>> Berita ini merupakan bagian dari paket laporan investigasi terkait Peredaran Kosmetik Ilegal di Kabupaten Jember, Anda dapat membaca seluruh berita dengan KLIK DI SINI


















