BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam merayakan HUT Kemerdekaan kali ini melaksanakan upacara di lapangan Alun-alun Bojonegoro, berbeda dari sebelumnya, dengan adanya pertunjukan tari Pesona Budaya, Minggu (17/8/2025).
Dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan dilaksanakan oleh 72 pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka), 50 putra dan 22 putri melaksanakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih, 17 Agustus pukul 07.00 WIB dengan mengenakan Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB). Serta pembacaan Teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Abduloh Umar.
Usai pengibaran bendera, para tamu undangan dan masyarakat disuguhkan oleh aksi tarian yang pertunjukkan dalam pesona budaya Bojonegoro yang dibawakan oleh para pelajar dari SMP/MTs, SMA/SM/MA dan anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) ini yaitu Tari Api Kahyangan, Barongsai, Langen Tayub, Reog Jaranan, dan Silat.
Dalam pidatonya di Pendapa Pemkab usai melangsungkan serangkaian kegiatan, Bupati Setyo Wahono menyampaikan bahwa ini upacara pertamanya setelah menjabat menjadi Bupati, dan sesuai tema HUT ke 80 RI “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” Kabupaten Bojonegoro sendiri berfokuskan mengurangi angka kemiskinan, akselerasi pertumbuhan dengan meningkatkan indeks sumber daya manusia.
Dia juga mengapresiasi para pejuang bangsa, serta para veteran yang telah berjuang membela negara hingga bangsa Indonesia dapat merdeka seperti saat ini.
“Saya juga mengucapkan apresiasi kepada seluruh jajaran Prokopimda dan pada pemerintah daerah yang telah berdedikasi dan berkolaborasi selama ini terjalin, saya yakin bisa menjadikan Bojonegoro lebih baik serta dapat mewujudkan Bojonegoro bahagia, makmur dan membanggakan,” ucap Bupati.
Selain itu, Setyo Wahono berharap masyarakat di Bojonegoro bisa berumur panjang, hidup layak dan memiliki pengetahuan yang baik.
“Jadi ekonomi bisa terhujud jika ada keterlibatan seluruh stakeholder dan masyarakat. Kita ketahui bahwa pemkab terus mendorong untuk bertransformasi mengurangi ketergantungan dari sektor migas, untuk mengunggulkan diri dari sektor non migas seperti dari sektor koprasi, kepariwisataan, seni budaya, penguatan ekonomi desa dan UMKM, serta yang paling dari sektir pertanian,” tegasnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















