BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Bupati Lumajang Indah Amperawati, kembali menggelar program unggulan ngantor sehari di kecamatan terpadu (Setor Madu). Kali ke-6 ini giliran wilayah Kecamatan Senduro, Rabu (6/8/2025).
Kepala Dinas Kominfo, Mustaqim, mengatakan momentum ini menjadi penting bagi warga untuk menyampaikan langsung aspirasi kepada pemimpin daerah.
Kegiatan dimulai apel bersama di halaman Kantor Kecamatan Senduro, dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang dan dihadiri oleh Wakil Bupati, Camat, perangkat daerah, pendamping desa, serta mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam apel ini dilakukan pelepasan 18 mahasiswa KKN UGM yang akan bertugas di wilayah Lumajang, didampingi dua dosen pembimbing.
“Program Setor Madu ini bukan hanya simbolis, tetapi bentuk nyata pemerintah hadir dan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat dari dekat,” ujar Mustaqim.
Adanya pelayanan publik hingga bantuan sosial. Setelah apel, rombongan Bupati meninjau berbagai layanan publik di Kecamatan Senduro, termasuk pelayanan administrasi kependudukan dan pendidikan.
“Di SDN Senduro 1 dan SMPN Senduro 1, Bupati menyerahkan bantuan sepatu untuk 30 siswa kurang mampu, sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan yang inklusif,” paparnya.
Selain itu, kata Gus Taqim, panggilan akrabnya, Dinas Sosial P3A Kabupaten Lumajang, menyerahkan bantuan permakanan lansia kepada warga Desa Senduro, seperti Supatmi dan Khozin, yang tinggal di depan SDN 1 Senduro. Rombongan juga meninjau langsung dapur umum tempat pengolahan makanan lansia di rumah Sri Mulyani.
Kesehatan dan lingkungan tak luput dari perhatian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) juga meninjau kegiatan Posyandu Lansia yang diikuti sekitar 30 orang di belakang Kantor Bank Jatim.
Sementara di Balai Desa Sarikemuning, digelar penyuluhan TBC, pelayanan dokter muter, dan sosialisasi layanan sedot tinja.
Salah satu kegiatan menarik lain adalah penanaman pohon di Sumber Ciri, sumber mata air di Desa Pandansari.
Bupati juga bertemu langsung dengan anggota BUMDes Pandansari untuk mendorong pengelolaan sumberdaya air yang berkelanjutan.
“Air adalah sumber kehidupan. Menjaga sumber mata air berarti kita menjaga masa depan anak cucu kita,” ujar Bupati Lumajang saat penanaman pohon.
Di sektor ekonomi dan ketahanan pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memberi alat ukur tanah kepada 50 petani pisang Mas Kirana dalam program OCOP (One Country One Priority Product).
Para petani menyambut gembira bantuan ini sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap hasil pertanian lokal.
Di Desa Burno, dilakukan pelayanan vaksinasi ternak, pemberian obat-obatan, dan sertifikat inseminasi buatan kepada peternak kambing. Layanan ini bagian dari program Jempol Simantul yang terus digencarkan demi kesehatan hewan ternak.
Dukungan untuk UMKM dan Pemberdayaan Perempuan.
Tak hanya sektor besar, perhatian juga diberikan kepada kelompok kecil seperti Kelompok “Pelepah Berkah” di Desa Kandangtepus yang memproduksi kertas dari pelepah pisang. Sebanyak 12 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) aktif terlibat dalam produksi ini yang dinilai punya potensi besar sebagai UMKM lokal.
Rombongan juga mengunjungi pertemuan kelompok P2K2 dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang menjadi bagian dari upaya menekan angka stunting di Kabupaten Lumajang.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Bupati meninjau layanan administrasi kependudukan (Adminduk) di Balai Desa Kandangtepus, mulai dari perekaman KTP, pencetakan KIA, perubahan KK, hingga akta kelahiran dan kematian. Warga sangat antusias memanfaatkan pelayanan jemput bola ini.
“Bisa bikin KTP dan akta tanpa harus ke kota, ini sangat membantu kami di desa,” ujar Pak Asmadi, warga Desa Kandangtepus.
Program Setor Madu menjadi bukti nyata bahwa kehadiran pemimpin di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas. Dengan mendengarkan langsung keluhan, harapan, dan usulan warga, Pemkab Lumajang komitmen menciptakan pelayanan yang lebih responsif dan merata.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















