BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan, meresmikan Katarak Center sekaligus audiensi bersama oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Pratikno, di RSUD Padangan, Bojonegoro, Selasa (5/8/2025).
Turut hadir Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi oleh Wakil Bupati Nurul Azizah, Forkopimda, dan para tamu undangan.
Salah satu pasien katarak asal Kabupaten Blora, Harjito mengaku kali keenam berobat ke RSUD Padangan. Selain fasilitas dan tempat yang bersih pelayanan dokter juga perawat menyenangkan.
“Sudah enam kali saya ke sini untuk berobat, dokternya ramah, rumah sakitnya juga bersih. Pokoknya nyaman berobat di sini,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan, Ninik Susmiati, melaporkan semua RS di Bojonegoro kini sudah mempermudah layanan daftar memakai aplikasi WhatsApp Antrean Rumah Sakit (Whasiat) dengan no tujuan 0821 600 500 66, ke semua RS milik Pemda.
“Selain itu untuk pelayanan di Puskesmas kita pakai progam Satelit, dengan nomor WhatsApp di tiap Puskesmas. Bisa untuk berkomunikasi langsung mendapat layanan baik, infomasi, pendaftaran untuk cek kesehatan,” terangnya.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, menuturkan RSUD Padangan dirancang jadi pusat layanan unggulan untuk masyarakat wilayah barat Bojonegoro hingga perbatasan Jawa Tengah.
Dia menegaskan, strategi Pemkab Bojonegoro bukan hanya membangun infrastruktur, namun menciptakan ekosistem pelayanan yang terintegrasi, mulai dari SDM medis, layanan pasien, hingga fasilitas pendukung.
“Dengan katarak Center dan pengembangan RSUD Padangan yang proaktif, Bojonegoro diyakini akan menjadi model pengembangan layanan kesehatan,” tegas Wahono.
Sementara itu, Dirjen Kesehatan Ashar Jaya menggantikan Kemenkes, mengatakan pentingnya keberadaan Katarak Center di Bojonegoro.
Menurutnya, 77 persen kasus kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak, dengan angka nasional kebutaan 3 persen.
Namun, menurut data yang dia peroleh angka di Jawa Timur justru lebih tinggi, yang mencapai 4,4 persen.
“Setiap tahun Indonesia mencatat sekitar 210.000 hingga 250.000 kasus baru katarak, ini bukan angka kecil. Maka keberadaan pusat layanan katarak seperti di RSUD Padangan ini sangat krusial untuk mempercepat penanganan dan pengobatan pasien,” tegasnya.
Dia menekankan rumah sakit bukan sekadar ladang bisnis, melainkan memiliki peran sosial yang vital, terutama dalam menjangkau masyarakat kurang mampu.
Meskipun layanan katarak secara BPJS dinilai masih menguntungkan, namun RS pemerintah harus memprioritaskan fungsi sosialnya, hal ini jelas beda dengan RS swasta.
“Rumah sakit bukan hanya ladang bisnis seperti di RS swasta jika pendapatan rumah sakit pemerintah digunakan sepenuhnya untuk tunjangan kesehatan, pengembangan layanan, dan subsidi BPJS. Tidak untuk membangun hotel atau bisnis lain,” ungkapnya.
Selain itu, Ashar Jaya menyampaikan kebanggaannya terhadap RSUD Padangan, yang sudah memiliki fasilitas ICU dan HCU standar nasional. Jika ada yang tidak memenuhi standar, Kemenkes tak segan menurunkan tipe rumah sakit.
Menko PMK RI Pratikno, menekankan pentingnya mengatasi masalah penyakit mulai dini dan mengawal angka stunting dengan meningkatkan asupan gizi.
Selain itu, keperihatinan serius terhadap masalah diabetes yang ditemukan pada siswa-siswi di SMPN 1 Padangan saat menghadiri Kick Off CKG ini juga menjadi perhatian khusus baginya.
“Salah satu contohnya Pemerintah Kabupaten harus bekerja keras untuk mengawasi kesehatan para generasi muda kususnya anak-anak dalam malah kesehatan. Ini tugas berat untu Bupati dan Wakil Bupati, dan Ini harus jadi perhatian serius dinas kesehatan Bojonegoro juga, untuk sama-sama membangun generasi emas yang akan datang,” tegasnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















