BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Komisi C DPRD Jombang melakukan inspeksi mendadak ke proyek pembangunan Puskesmas Keboan. Proyek strategis daerah senilai Rp4,1 miliar itu ditemukan jauh dari kata rampung, meski masa kontrak tinggal menghitung pekan.
Ketua Komisi C DPRD Jombang, M Zahrul Jihad, mengaku terkejut melihat kondisi proyek, terutama di lantai dua bangunan. Dinding belum diplester, lantai masih berupa cor, dan tak terlihat tanda-tanda pengerjaan tahap akhir.
“Lantai dua belum selesai, ini sangat jomplang dengan klaim progres 79 persen,” kata Zahrul kepada wartawan di lokasi sidak.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi C, Syaifulah. Ia menilai proyek ini mengalami deviasi sekitar 15 persen dari target fisik seharusnya. Dengan waktu yang tersisa, ia pesimistis pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.
“Proyek ini bersifat strategis, menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat. Tapi progresnya tidak mencerminkan itu. Kami pastikan ini tidak akan rampung sesuai jadwal,” ujarnya.
Komisi C juga menyoroti lemahnya pengawasan dari konsultan proyek. Syaifulah menuding fungsi pengawasan tidak dijalankan secara optimal sejak awal, yang berdampak pada deviasi pekerjaan di lapangan.
“Konsultan pengawas harus dievaluasi total. Kalau pengawasan sejak awal berjalan ketat, keterlambatan tidak akan separah ini,” tegasnya.
Di sisi lain, Direktur CV Renno Abadi selaku pelaksana proyek, Hadi Prayitno, mengklaim pengerjaan telah mencapai 79 persen dan kini memasuki tahap finishing. Ia menyebut kendala internal menjadi penyebab keterlambatan.
“Kami sedang mengajukan perpanjangan waktu ke Dinas Kesehatan Jombang. Tidak ada pekerjaan yang disubkontrakkan, semua ditangani langsung,” ujar Hadi.
Perlu diketahui bahwa, proyek pembangunan Puskesmas Keboan merupakan bagian dari prioritas daerah dalam peningkatan layanan kesehatan. Keterlambatan ini pun menjadi perhatian serius legislatif, mengingat dampaknya langsung terhadap akses layanan publik.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















