Pemerintahan

Wako Mojokerto Ning Ita dan Bunda Indah Kolaborasi Kembangkan Pariwisata dan Kesehatan

14
×

Wako Mojokerto Ning Ita dan Bunda Indah Kolaborasi Kembangkan Pariwisata dan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi
Walikota Mojokerto saat berada di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Kolaborasi antar daerah membangun Indonesia dari pinggiran, tergambar dalam kunjungan resmi Wali Kota (Wako) Mojokerto, Ika Puspitasari biasa disapa Ning Ita ke Kabupaten Lumajang.

Kunjungan waktu itu disambut hangat oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), di Pendapa Arya Wiraraja, Sabtu (2/8/2025) lalu.

Lebih dari sekadar agenda silaturahmi, pertemuan dua kepala daerah perempuan ini menjadi momen strategis untuk memperkuat jejaring dan kerja sama antardaerah.

Fokus utama mereka adalah pengembangan sektor pariwisata dan layanan Kesehatan, dua sektor yang dinilai krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di forum ini, Bunda Indah memperkenalkan berbagai potensi wisata unggulan Lumajang, mulai dari keindahan Ranu Kumbolo, megahnya Air Terjun Tumpak Sewu, hingga eksotisme Pantai Dampar dan jalur pendakian Gunung Semeru. Dia menegaskan, pariwisata bukan sekadar tempat berlibur, tapi motor penggerak ekonomi lokal.

“Kami melihat wisata sebagai sektor strategis. Ia tidak hanya mempercantik pemandangan, tapi juga menghidupkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan merawat budaya serta lingkungan,” ungkap Bunda Indah, Senin (4/8/2025).

Lumajang kini dikenal sebagai destinasi yang mengedepankan “Pariwisata Berbasis Masyarakat” model pembangunan yang menyinergikan antara konservasi lingkungan dan pemberdayaan warga lokal.

Salah satu agenda penting dalam kunjungan Ning Ita dan rombongan adalah mendaki ke kawasan Ranu Kumbolo di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kamis (31/7/2025). Wako Ning Ita pun terkesan mendalam.

“Saya melihat langsung bagaimana potensi wisata alam bisa dikembangkan tanpa merusak alam. Ranu Kumbolo menunjukkan bahwa pelestarian dan ekonomi bisa tumbuh bersama, jika masyarakat dilibatkan,” tutur Ning Ita.

Kerja sama untuk pelayanan kesehatan lebih baik. Tak hanya sektor wisata, kolaborasi ini juga mencakup praktik pelayanan publik, khususnya bidang kesehatan. Kedua daerah bersepakat untuk saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan layanan kesehatan yang efektif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pertemuan ini menjadi simbol kuat bahwa membangun dari pinggiran bukan lagi jargon, tapi aksi nyata. Melalui sinergi antardaerah, seperti yang ditunjukkan Mojokerto dan Lumajang, harapan akan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bisa semakin nyata.

“Ini bukan akhir, tapi awal dari banyak kemungkinan kolaborasi lintas daerah. Kita tidak bisa maju sendiri-sendiri,” tegas Ning Ita.

Dengan semangat gotong – royong dan visi pembangunan berkelanjutan, kolaborasi Mojokerto dan Lumajang menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain untuk saling menguatkan dan membangun Indonesia dari akar rumput.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60