Pendidikan

Unusa Bersama UNICEF dan Pemprov Jatim Dorong Fortifikasi Pangan untuk Atasi Masalah Gizi

24
×

Unusa Bersama UNICEF dan Pemprov Jatim Dorong Fortifikasi Pangan untuk Atasi Masalah Gizi

Sebarkan artikel ini
UNUSA

Sementara itu, Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa, Arie Rukmantara, menggarisbawahi bahwa program FPBB selaras dengan pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada tujuan tanpa kelaparan, kehidupan sehat, serta kemitraan global.

Ia menilai bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keberlanjutan kampanye publik dan edukasi masyarakat.

“Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan bergizi harus dibangun melalui kampanye yang kuat dan berkelanjutan. Perubahan perilaku konsumsi hanya bisa dicapai jika edukasi dilakukan secara sistematis dan konsisten,” ujarnya.

Arie juga menyoroti efisiensi biaya dari fortifikasi beras. Menurutnya, hanya dengan penambahan sekitar Rp1.000 per kilogram, manfaat yang ditimbulkan dapat mencapai nilai 17 kali lipat, terutama dalam kontribusinya terhadap penurunan angka stunting secara signifikan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui pangan bergizi adalah bentuk investasi jangka panjang bagi ketahanan sumber daya manusia.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., saat wawancara.

Ia menyatakan bahwa fortifikasi beras menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan sosial ekonomi daerah.

“Salah satu bentuk investasi sosial paling strategis adalah peningkatan gizi dan kesehatan. Fortifikasi pangan, khususnya beras, menjadi langkah konkret untuk memperbaiki kualitas SDM dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam kesempatan tersebut, turut menyampaikan komitmennya dalam mendukung regulasi dan distribusi produk pangan terfortifikasi, terutama ke daerah-daerah dengan tingkat kerentanan gizi yang tinggi.

Sinergi lintas sektor antara institusi pendidikan, pemerintah, dan lembaga internasional dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi program ini secara merata.

Dengan sinergi kuat dari seluruh pemangku kepentingan, program Fortifikasi Pangan Berskala Besar diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi masalah kekurangan zat gizi mikro, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam membentuk generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan kompetitif di masa mendatang.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60