Menurutnya, penanganan yang lebih serius juha terkait dampak sikologis pasca bencana. Dan dalam hal ini ternyata sudah diantisipasi oleh BPBD dengan kerjasama dengan pihak Poltekesma 3 Blitar.
“Artinya seringkali kita fokusnya kepada penanganan secara fisik saja, tetapi lupa pada trauma-trauma masyarakat yang tidak langsung terjadi tetapi mempengaruhi psikologisnya,” imbuhnya.
Padahal menurutnya, dampak secara sikologis dari korban dampak bencana itu juga sangat penting dan harus dilakukan penanganan serius.
“Hal-hal yang berkaitan dengan sikologis ini juga harus ditangani secara serius, karena dampak pasca bencara yang kadang tidak terfikir penanganannya itu adalah terkait trauma psikologis korban,” tegasnya.
Dia mengatakan bahwa kalau secara sikologis sudah tertangani maka masyarakat tidak hanya sehat secara fisiik tapi juga sehat secara mental.
“Sehingga secara mental bisa sehat kembali, bisa normal kembali, dan bisa beraktifitas kembali untuk masa depan. Jadi harus imbang, penanganannya baik secara fisiologis dan psikologisnya,” terangnya.
Terkait kegiatan dan kerjasama tersebut, dia mengatakan dukungannya, karena hal-hal seperti itu serta merta bisa dilakukan pemerintah.
“Kami sangat mendukung, karena model penanganan seperti ini tidak bisa ditangani pemerintah sendiri. Dan harus mengajak berbagai pihak seperti Poltikes dan sebagainya,” pungkasnya.
Sedangkan Wiwin Mardiningsih, selaku ketua prodi D3 Keperawatan Poltikes Malang kampus Blitar, menyampaikan bahwa pihaknya akan fokus pada penanganan trauma psikologis pasca bencana.
“Penanganannya itu nanti kami akan fokus pada trauma psikologis pasca bencana. Karena biasanya pasca bencana yang difikirkan hanya masalah fisik ya,” sambungnya.
Lebih lanjut dia juga menyampaikan bahwa terkait kolaborasi dan MoU ini penting. Apalagi Blitar berada pada wilayah yang rawan bencana.
“Blitar ini berada di daerah rawan bencana. Maka dari itu, pihak kami siap melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait penanggulanan bencana dan penanganan pasca bencana,” imbuhnya.
Sebagai penutup dia juga menyampaikan bahwa visi dari Poltekesma Blitar ini memang fokus pada kegawatdaruratan bencana.
“Untuk Poltekesma yang di kampus Blitar ini memang ada fokus terkait kedaruratan bencana. Semisal seperti yang sudah dilakukan terkait penanganan psikologis terhadap dampak bencana,” katanya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















