Lanjut dikatakan Achmady, pihaknya akan ikhtiar dan doa demi kemenangan Mubarok.
“Jalur langit berjalan, jalur darat juga berjalan. J29alur langit kita berdoa, bahkan tadi sama Pak Kiai Asep diajak baca hizib nashor biar selamat semua. Jalur darat kita silaturahim, lakukan pendataan optimal biar hasilnya optimal, “ beber Achmady.
Terakhir, Achmady mengungkapkan, Pilkada Mojokerto 2024, pemimpin yang bawa Mojokerto jauh lebih baik dari tahun kemarin.
Dia bersama Kiai Asep akan terus ikut memberi nasehat bila ada yang melenceng.
“Kalau Mubarok jadi pemimpin Mojokerto, kami turut mengawasi, bila Gus Barra ada kekeliruan pasti akan diingatkan oleh Kiai Asep, sedangkan dr. Rizal bila ada kekeliruan maka saya yang akan ingatkan, kalau perlu saya seplak dalam mengingatkan, “ tukas Achmady
Sementara itu, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim dalam sambutannya, Pasangan Muhamad Al Barra dengan Muhamad Rizal Oktavian, dengan akronim Mubarok artinya bertabur keberkahan. Kiai Asep panggilan akrabnya mengungkapkan, kreteria pemimpin itu ialah kerjanya harus orientasi untuk kesejahteraan rakyat, jangan untuk kesejahteraannya sendiri.
“Bila Mubarok diberi amanah memimpin Mojokerto ada beberapa program untuk menyejahterakan masyarakat melalui bidang pangan, papan, pendidikan, kesehatan, industri, “ kata Kiai Asep usai pimpin istighosah.
Kesejahteraan bidang pangan, jangan ada warga tak bisa makan, jangan sampai ada rakyat tinggal di rumah tidak layak huni, tak punya jamban, dan kamar mandi.
Pengobatan gratis bagi warga ber- KTP Mojokerto. Lalu bagaimana SMA di Mojokerto bisa maju, lulusannya masuk kedokteran, seperti lulusan Amanatul Ummah, 50 siswa diterima di Fakultas Kedokteran.
Bidang industri juga bagaimana cara mendatangkan investor, dan mempermudah izin investasi di Kabupaten Mojokerto. Acara diakhiri doa oleh KH Yahya dan KH Mustofa Idris.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















