Advertorial

Miliki Budaya Tota’an Dereh, Pemkab Bondowoso Canangkan Desa Klabang Jadi Desa Budaya

43
×

Miliki Budaya Tota’an Dereh, Pemkab Bondowoso Canangkan Desa Klabang Jadi Desa Budaya

Sebarkan artikel ini
Desa Klabang
Pj Bupati Bondowoso, saat melepas dereh sebagai simbolis pencanangan Desa Klabang sebagai Desa Budaya

BERITABANGSA.ID, BONDOWOSO – Budaya tota’an dereh (melepas merpati) menjadi budaya di Desa Klabang, Kecamatan Tegalampel.

Setiap bulan sekali dijadikan ajang berkumpul oleh masyarakat sekitar dengan cara melepas merpati bersama-sama.

Dengan budaya itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) mencanangkan Desa Klabang, Kecamatan Tegalampel menjadi desa budaya.

Pencanangan dilakukan oleh Pj Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto, Pj Sekda Bondowoso Haeriyah Yuliati, Kepala Disparbudpora Mulyadi dan sejumlah pemerintah desa setempat, Minggu (30/6/2024).

Pj Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto, mengatakan bahwa Desa Klabang merupakan desa ketujuh yang ditetapkan sebagai desa budaya.

Dengan dicanangkannya sebagai desa budaya, diharapkan mampu meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan di Desa Klabang.

Selain itu, efek domino dari peningkatan kunjungan wisata juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor UMKM.

“Bahkan juga multiplier effectnya homestay juga berjalan,” katanya.

Desa Klabang sendiri memiliki sejumlah potensi antara lain budaya Totta’an Dereh, Tari Ojung, Singo Ulung dan lain sebagainya.

Sementara dari sisi geografi, lanjut mantan Sekda Bondowoso itu, juga sangat memungkinkan karena tempat itu dinilai sebagai tempat yang eksotik terutama di malam hari, apalagi di sekelilingnya terdapat Gunung Purnama dan pemandangan alam yang indah.

“Dukungan pemerintah daerah setempat yakni perbaikan infrastruktur dan ketersediaan homestay dan kalender-kalender wisata lain,” imbuhnya.

Sementara desa-desa lain juga berpeluang ditetapkan sebagai Desa Budaya dengan dilakukan asesmen oleh Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) setempat.

“Setiap tahun harus ada satu (Desa Budaya) karena itu target,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *