Terkini

Minyak Mentah 50 Ton Terbakar, DPRD Blora Desak Pemkab Tertibkan Minyak Mentah Ilegal

1396
×

Minyak Mentah 50 Ton Terbakar, DPRD Blora Desak Pemkab Tertibkan Minyak Mentah Ilegal

Sebarkan artikel ini
Minyak mentah
Lokasi kebakaran penampungan minyak mentah di Desa Plantungan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

BERITABANGSA.ID, BLORA – Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto meminta Pemerintah Kabupaten setempat menertibkan pengeboran minyak mentah ilegal, menyusul kebakaran penampungan minyak mentah di Desa Plantungan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Minggu 7 April 2024 pukul 02.30 WIB mengakibatkan minyak mentah sebanyak 50 ton terbakar, tidak dapat diselamatkan.

Scroll untuk melihat berita

Diduga penampungan minyak yang dikelola oleh masyarakat Desa Plantungan itu belum mengantongi izin resmi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto, meminta untuk semua pihak agar tidak gegabah mengambil sebuah tindakan.

Soal legalitas, Siswanto mendorong adanya koordinasi bersama berbagai stakeholder, duduk bersama membahas legalitas penampungan itu.

“Saya rasa pemerintah kabupaten bisa mengundang, dalam hal ini, tentunya dari  Sekretariat Daerah bagian perekonomian
Kabupaten Blora, BUMD Blora Patra Energi.
Kemudian camat, kades setempat, dan pebisnis minyak setempat,” jelasnya, Senin (22/4/2024).

Tujuannya, imbuh Siswanto, agar bisnis perminyakan yang ada di Desa Plantungan bisa berjalan lebih baik lagi, jika ada legalitas yang jelas.

“Semua kan untuk warga kita. Untuk pebisnis dan warga yang ada di Plantungan,” katanya.

Menurutnya, itu penting dicarikan solusi yang terbaik. Pertama agar bisnis minyak yang dijalankan berizin atau legal.

Kedua, keuntungan dari aktivitas pengelolaan minyak mentah yang didapat lebih banyak. Ketiga, bisa banyak menampung tenaga kerja.

“Adanya sumur-sumur minyak itu kan jadi rezeki. Bagaimana rezeki itu, menjadi formal, legal, bermanfaat untuk warga Plantungan dan juga bagi pemerintah daerah ada pemasukan dari bagi hasil melalui BUMD,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya Pemkab Blora perlu melakukan sosialisasi ke daerah-daerah yang ada kegiatan penambangan minyak di Blora yang belum mengantongi izin.

“Bisa saja penambang itu belum tahu cara melegalkannya. Jadi kita tidak bisa langsung menyalahkan orang. Kalau belum tahu, ya diberitahu. Biar aman, legal, bisnisnya lancar, dan menampung banyak tenaga kerja,” paparnya.

Sebelumnya, Bupati Blora Arief Rohman, turut menanggapi peristiwa kebakaran penampungan minyak mentah di Desa Plantungan.

Arief dalam pekan ini akan berkoordinasi dengan berbagai lintas instansi terkait seperti Pertamina, SKK Migas hingga aparat penegak hukum.

“Ini sedang kita koordinasikan baik dengan SKK migas, dengan Pertamina maupun dengan pihak kepolisian untuk hal tersebut seperti apa,” ujarnya.

“Kita akan melangkah berdasarkan regulasi aturan yang ada,” imbuh Arief kepada Beritabangsa.id

Lebih lanjut, Arief menyebut berdasarkan laporan yang Dia terima, penampungan minyak mentah di Desa Plantungan diduga belum berizin resmi.

“Laporan dari badan perekonomian belum ada izinnya, makanya akan kita cek legalitas dan lainnya seperti apa,” terangnya.

Adapun untuk tindakan yang akan dilakukan terkait kejadian tersebut, Arief masih menunggu hasil rapat dari berbagai instansi lintas sektoral.

“Itu karena domainnya terkait ada Pertamina, ada SKK migas, ada Ditjen Migas, nanti akan ada keterangan dari mereka, kita tentunya dari Forkopimda tentunya akan mendukung hal tersebut,” paparnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *