“Cukup sudah bangsa ini dipecah. Jangan dipecah-pecah lagi. Untuk itu kami menyatakan deklarasi mendukung Pemilu bermartabat,” imbuhnya.
Kali ini, Kesatria Muda Airlangga, dengan lantang mendukung semangat Rektor Unair Prof Nasih, untuk menjaga independensi perguruan tinggi, menjemput Indonesia Emas 2045, dan Pemilu anti politik uang, berintegritas, dan anti korupsi.
Berikut isi pernyataan Kesatria Airlangga;
“Satu, mendukung pernyataan Rektor Universitas Airlangga untuk menjadikan Pemilu bermartabat tanpa politik uang.”
“Kedua, Kami para kesatria muda Airlangga, memandang perlu para civitas akademia, pimpinan, dosen, tenaga pendidikan, dan warga kampus di Universitas Airlangga untuk menjaga netralitas dan kondisivitas demi nama baik kampus tercinta Universitas Airlangga,” ujarnya.
Ketiga, mendorong keberlanjutan kepemimpinan nasional melalui suara terbanyak rakyat di Pemilu. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan.
Keempat, perbedaan pandangan dan pilihan setiap warga dijamin oleh Undang-undang 1945 dan hal yang biasa rutin terjadi setiap 5 tahun sekali.
Kelima, mengapresiasi seluruh pemerintah yang telah memimpin bangsa Indonesia sesuai tujuan kemerdekaan dan memastikan keberlanjutan kepemimpinan dengan baik.
“Cukup demikian yaa. Kita hanya ingin lembaga pendidikan tidak dikotori oleh praktik politik praktis,” ujar Gus Asad alumni Unair jurusan ilmu politik.


















