Ekonomi Dan Bisnis

Jaga Kestabilan Inflasi, Bupati Jember Instruksikan Pengusaha Obral Dagangan

817
×

Jaga Kestabilan Inflasi, Bupati Jember Instruksikan Pengusaha Obral Dagangan

Sebarkan artikel ini
Si Rambo Inflasi
Rapat koordinasi Si Rambo untuk mengendalikan inflasi daerah. (Foto: Guntur Rahmatullah/ Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, JEMBER – Bupati Jember Hendy Siswanto memimpin rapat koordinasi sinergi dan kolaborasi mingguan setiap Rabo (Si Rambo), di Dira Shopping Centre Balung, Rabu 17 Januari 2024.

Si Rambo merupakan rapat rutin membahas perekonomian daerah, termasuk pengendalian inflasi daerah dengan menghadirkan berbagai pihak terkait, baik pemerintah maupun swasta sejak awal 2023 hingga kini.

Scroll untuk melihat berita

Dalam rapat Si Rambo pagi ini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Tri Erwandi memaparkan beberapa komoditas yang diprediksi dapat memicu kenaikan inflasi.

Komoditas yang dapat memicu naiknya inflasi secara month to month, di antaranya cabai rawit, cabai merah, beras, gula pasir, dan telur ayam ras.

Selain itu, bulan suci Ramadan yang diprediksi akan dimulai pada 12 Maret 2024, juga menjadi bahasan utama dalam rapat tersebut, dimana pada bulan Ramadan permintaan akan kebutuhan pokok meningkat, yang juga dapat berdampak pada naiknya inflasi daerah.

Mendapati peringatan ini, Bupati Jember Hendy Siswanto menginisiasi ‘ Wes Wayahe Jember Obral Gede (Wes Wayahe Joged)’ untuk menjaga daya beli masyarakat, juga mengendalikan inflasi.

Dia mengintruksikan seluruh pengusaha untuk melakukan obral dagangan mulai sekarang hingga lebaran.

“Siapa pun itu, pengusaha, perusahaan, toko-toko, instansi semua untuk menyediakan produk-produk murah, produk diskonan di tempat usahanya masing-masing dan diberi label bertuliskan ‘Wes Wayahe Joged atau Jember Obral Gede’ untuk mengendalikan inflasi,” ujar Hendy Siswanto.

Dengan adanya produk yang dijual secara obral besar-besaran, Hendy berharap masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pokok.

Sementara itu, Pemilik Dira Shopping Centre Balung, Ponimin Tohari sebagai salah satu pengusaha di Jember mendukung inisiasi program tersebut.

Ia menyampaikan, selama ini tokonya menerapkan harga murah untuk masyarakat Jember.

“Kami selalu berupaya untuk menghadirkan produk-produk dengan harga murah yang bisa dijangkau masyarakat. Ini juga komitmen kami dalam menjaga daya beli masyarakat,” kata Ponimin.

Untuk diketahui, angka inflasi Kabupaten Jember pada Desember 2023 sebesar 0,22 persen, yang mana angka ini masih lebih rendah dibandingkan angka inflasi Provinsi Jawa Timur sebesar 0,29 persen secara month to month (mtm).

Sedangkan year to year (yty), inflasi Kabupaten Jember berada pada angka 2,29 persen.

“Jangan sampai inflasi kita 0,3 (mtm) ayo kita bersama cegah jangan sampai naik ya, dan pertumbuhan ekonomi kita targetkan bisa mencapai 5 persen,” pesan Bupati Hendy Siswanto.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *