Berita Utama

Kisah Mahasiswa Unusa, Jago Qiroah Hingga Jadi Ustaz di Jepang

1673
×

Kisah Mahasiswa Unusa, Jago Qiroah Hingga Jadi Ustaz di Jepang

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Unusa
Mokhamad Ramadani Ilham Akbar (pakai baju batik) saat di Islamic Center, Jepang

BERITABANGSA.ID, JEPANG – Mokhammad Ramadani Ilham Akbar, merupakan salah satu mahasiswa berprestasi dari Prodi S1 Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Saat ini dia menjalani magang internasional di Sariraya Co Ltd di Jepang, terdapat Islamic Centre (Toyota Islamic Center, Aichi, Jepang).

Scroll untuk melihat berita

Dia magang selama 3 bulan, bertugas menjadi ustaz mengisi kegiatan keagamaan di Toyota Islamic Center.

Dia juga akan mempelajari manajemen bisnis dan produk halal di Jepang.

Anak pasangan almarhum Mokammad Efendi Santoso dan almarhumah Dewi Rikhana, mengaku bahwa semua berawal saat ikut seleksi di fakultas dan direkomendasi oleh Dekan FEBTD Unusa, Ubaidillah Zuhdi, untuk ikut seleksi magang internasional.

Dani mengisahkan, pengalaman magang ini dimulai saat ia diamanahi oleh Dekan FEBTD untuk mengikuti program magang internasional di Sariraya, Jepang.

“Dengan hati lapang, saya siap mengambil kesempatan yang sangat baik dan mulia ini, juga menambah wawasan dan ilmu saya, serta membagikan ilmu kepada teman-teman di Jepang. Terlebih saya memiliki hobi qiro’ah, dan pas dengan salah satu tugas saya di Toyota Islamic Center,” kisahnya, Kamis (14/12/2023).

Salah satu tantangan utama dihadapi pria yang pernah menjuarai MTQ di 2021 tingkat perguruan tinggi se Jawa Timur ini, yakni keterbatasan dalam berkomunikasi karena perbedaan bahasa.

Dani menyadari untuk mengatasi hambatan ini, perlu meningkatkan kemampuan berbahasanya.

Maka dia mengambil inisiatif untuk aktif belajar dan memperdalam bahasa Jepang.

Sedangkan perbedaan budaya juga menjadi kendala yang menantang baginya.

“Meskipun sulit di awalnya, saya melihat sebagai peluang guna memperluas pandangan dan pemahaman saya terhadap dunia luar,” katanya.

Hal itu membuatnya lebih terbuka terhadap pemahaman budaya yang berbeda dan menumbuhkan semangat dalam belajar untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang beragam.

“Dengan tekad dan upaya yang terus-menerus, saya yakin bahwa saya dapat mengatasi kendala-kendala ini dan menjadi lebih terampil dalam menghadapi tantangan komunikasi dan perbedaan budaya,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *