Advertorial

Sekolah di Jombang Bebas Tentukan Sendiri Jadwal SAS, Disdikbud: yang Penting 18-22 Desember Nilai Terekap

447
×

Sekolah di Jombang Bebas Tentukan Sendiri Jadwal SAS, Disdikbud: yang Penting 18-22 Desember Nilai Terekap

Sebarkan artikel ini
SAS
Tampak Sejumlah Siswa di Jombang saat menjalani SAS berbasis komputer

BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Sejumlah sekolah di Jombang sedang melaksanakan sumatif akhir semester (SAS) selama beberapa hari terakhir ini.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Jombang tidak menentukan tanggal wajib pelaksanakan SAS itu.

Namun, Dinas P dan K tetap menentukan tanggal pengolahan nilai SAS itu, yakni pada 18-22 Desember.

’’Artinya, pelaksanaan SAS dilaksanakan sebelum tanggal pengolahan nilai. Waktunya kapan terserah sekolah,’’ kata Senen, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Dinas P dan K tidak banyak mengatur teknis sumatif akhir semester yang dilaksanakan di sekolah. Tentang bentuk ujian, jenis soal, pelaksanaan, dan soal, juga dibuat guru kelas masing-masing sekolah.

’’Kalender pendidikan tidak mengatur tentang tanggal SAS, karena yang tahu capaian pembelajaran adalah sekolah,’’ tambahnya.

Di kalender pendidikan hanya ditentukan tanggal pengolahan nilai, 18-22 Desember, sebelum libur semester. Di SDN Jombatan 3 Kecamatan Jombang, SAS dilaksanakan sejak 27 November hingga 8 Desember.

Untuk kelas 1,2 dan 3, SAS dilakukan dengan ujian tulis. Sedangkan untuk kelas 4, 5 dan 6 berbasis komputer.

’’Menggunakan komputer memungkinkan siswa terbiasa dengan teknologi yang dapat bermanfaat dalam perkembangan keterampilan digital mereka,’’ kata Donny Erfantoro, kepala SDN Jombatan 3 Jombang. Seluruh soal dibuat sendiri oleh guru kelas.

Siswa yang ujian menggunakan komputer difasilitasi sekolah. Melalui laboratorium dengan sarana prasarana yang telah disediakan sekolah.

Ada delapan mata pelajaran yang diujikan melalui ujian tulis maupun berbasis komputer. Sementara dua mata pelajaran melalui ujian praktik. Yaitu muatan lokal keagamaan dan pendidikan diniyah.

’’Dari dinas tidak ada ketentuan bentuk dan teknis ujian. Jadi kebijakan yang kami ambil delapan mapel tulis, atau berbasis komputer. Yang praktik hanya mulok keagamaan dan pendidikan diniyah,’’ jelasnya. (adv)

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *