Ekonomi dan Bisnis

Manfaatkan Telur Pecah Jadi Usaha Bernilai, Cara Mahasiswa Unipdu Jombang Berdayakan Ibu-ibu Pengangguran

170
×

Manfaatkan Telur Pecah Jadi Usaha Bernilai, Cara Mahasiswa Unipdu Jombang Berdayakan Ibu-ibu Pengangguran

Sebarkan artikel ini
Telur pecah
Tampak mahasiswa kelompok 11 KPM Tematik Unipdu Jombang 2023, saat praktek bersama ibu-ibu rumah tangga membuat kue kering. Foto : Faiz

BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Raut wajah sumringah terlihat jelas dari puluhan ibu-ibu pengangguran di Desa Pojok Kulon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang pada Sabtu (12/3/2023) siang.

Hal itu terjadi, begitu mampu manfaatkan telur pecah menjadi usaha bernilai tinggi.

Scroll untuk melihat berita

Rupanya, saat itu merupakan pagelaran dari mahasiswa kelompok 11 KPM (kuliah pengabdian masyarakat) Unipdu Jombang. Acara yang bertajuk ‘Workshop Kewirausahaan dan Digital Branding’ itu, berlangsung di Gapoktan Dusun Sambi Gelar, Pojok Kulon, Kesamben, Jombang.

Di bawah bimbingan dosen Ririn Susilawati, acara ini menarik perhatian warga, khususnya para ibu-ibu rumah tangga. Sebelum ke praktek pembuatan usaha tersebut, mereka dikenalkan singkat seputar kewirausahaan. Bahkan memperkenalkan telur pecah yang biasa dipandang terbuang, bisa dimanfaatkan menjadi usaha yang bernilai.

Adalah kue nastar dan kastangel untuk produk usahanya. Kedua jajan itu sebelumnya dikenalkan sejumlah bahan utama, proses pembuatan, hingga teknis pemasarannya. Bahkan tak tanggung-tanggung, penggelar acara ini siap membantu untuk pembuatan nomor NIB (nomor induk berusaha) dan sertifikasi halal.

“Jadi untuk hari ini, kita langsung melaksanakan 4 program kerja sekaligus. Di antaranya sosialisasi sertifikasi halal UMKM, pendampingan pembuatan NIB, sosialisasi digital branding, workshop kewirausahaan yang sekaligus praktek proses menjalankannya. Perlu diketahui jika acara ini kami gandeng dengan ibu-ibu PKK Desa Pojok Kulon dan mengundang puluhan ibu-ibu pengangguran,” ujar Abdul Hafiz, ketua kelompok 11 KPM Tematik Unipdu Jombang.

Lanjut pria akrab disapa Hafiz menjelaskan, jika maksud dari acara tersebut guna memberdayakan para ibu-ibu pengangguran. Namun usahanya cukup bisa dijalankan dari rumah saja. Begitu pun dengan bahan dasar pembuatan yang dinilai lebih sederhana.

“Telur yang pecah kan biasanya dijual murah, jadi kami mendorong mereka untuk memanfaatkan itu jadi aneka kue yang bernilai tinggi ini. Alhamdulillah antusias mereka cukup tinggi tadi untuk mengikuti acara hingga usai. Kalau soal harapan kami, semoga hal ini bisa bermanfaat dan siapa tau ke-depannya para ibu-ibu tadi itu menjadi membuka usaha jasa pembuatan kue kering tersebut,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *