Ekonomi dan Bisnis

Pemdes Lebo Gelar Operasi Pasar, Tekan Kenaikan Harga Beras

124
×

Pemdes Lebo Gelar Operasi Pasar, Tekan Kenaikan Harga Beras

Sebarkan artikel ini
Harga beras
Kepala Desa Lebo Mahmudi Riyanto (tengah bertopi) Bersama Mochammad Sochib Anggota DPRD Sidoarjo (paling kiri) saat Foto Bersama Warga digelaran Operasi Pasar di Kantor Desa Lebo Kecamatan Sidoarjo

BERITABANGSA.ID- SIDOARJO– Harga beras di pasaran meroket. Hal itu membuat masyarakat resah.

Bahkan hingga hari ini di Sidoarjo pun tak kunjung turun.

Scroll untuk melihat berita

Untuk itu Pemerintah Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, menggelar operasi pasar, Selasa (28/2/2023).

Harapannya, harga beras bisa turun dan terjangkau warganya.

Rerata harga beras jenis medium tembus Rp12 ribu per kilogram (Kg).

Padahal, harga eceran tertinggi (HET), hanya Rp9.450 per kilogram.

Dalam operasi pasar ini, Pemdes Lebo menggandeng Perum Bulog.

Sedikitnya 10 ton beras digelontor dijual murah di kantor balai desa.

Tak ayal, beras dengan harga cukup murah itu pun diserbu emak-emak.

“Kami dalam operasi pasar menjual Rp9000 per Kg. Hanya saja, tiap KK dibatasi maksimal 10 Kg. Yang kita sediakan itu kemasan 50 kiloan. Jadi untuk pembelian satu zak untuk 5 KK,” kata Mahmudi Riyanto Kepala Desa Lebo kepada Beritabangsa.id, Rabu (01/03/2023).

Mahmudi menambahkan, setiap warga Lebo bisa datang ke Balai Desa untuk membeli beras murah, dengan syarat membawa foto copy KK. Kerena beras yang didatangkan dari Bulog tidak bisa dijual bebas.

“Syarat untuk membeli beras harus menyertakan KK, hal ini kita lakukan untuk menghindari tengkulak,” imbuh Mahmudi.

Sementara itu, Mochammad Sochib, anggota DPRD Sidoarjo, yang menginisiasi operasi pasar ini berkunjung untuk memastikan beras murah terdistribusi ke masyarakat Lebo.

“Kebetulan saya ini warga Lebo, kapan hari saya mencoba mengkomunikasikan ke Bulog untuk operasi pasar bekerjasama dengan BUMDes Lebo, dan Alhamdulillah kemarin bisa realisasi,” ujar politisi Nasdem itu.

Dia mengawasi langsung distribusi beras tersebut agar tidak disalahgunakan.

Ada syarat dalam distribusinya. Misalnya tidak boleh dijual di atas Rp9000 ribu, tidak boleh merubah bentuk atau tulisan kemasan beras.

“Banyak rambu-rambu dalam proses penyaluran beras dari Bulog, tidak bisa sembarangan, maka saya pantau hal ini agar tidak terjadi penyelewengan,” tegasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *