Pemerintahan

Hadapi Era Double Disrupsi, Gubernur Khofifah Ajak Jajaran Pemprov Jatim Adaptif-Produktif

177
×

Hadapi Era Double Disrupsi, Gubernur Khofifah Ajak Jajaran Pemprov Jatim Adaptif-Produktif

Sebarkan artikel ini
OPD
Gubernur Khofifah daan Profesor mohammad Nuh

Lebih lanjut menurutnya, menghadapi perubahan dinamika global saat ini, para ASN dan Kepala OPD harus memiliki kemampuan untuk membaca atau menganalisis permasalahan secara menyeluruh dan kritis. Hal ini untuk menyiapkan langkah-langkah dan strategi apa yang harus dilakukan agar setiap masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.

“Kita juga harus fokus mana yang menjadi prioritas utama kita dalam program-program pembangunan. Hal ini agar kita dapat memaksimalkan upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Scroll untuk melihat berita

“Saya berharap refreshment ini memberikan penyegaran sesungguhnya pada para kepala OPD. Penyegaran pada cara berpikir kita agar mampu merespon perubahan karakter masyarakat ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Founder Rumah Perubahan Rhenald Kasali, mengatakan pentingnya jiwa penuh integritas agar dimiliki oleh setiap Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim.

Menurutnya, posisi jabatan pimpinan tinggi (JPT) memiliki tugas besar dalam menyiapkan program bagi pembangunan sesuai kapasitasnya masing-masing.

“Integritas itu adalah karakter yang harus dipegang teguh oleh setiap pimpinan OPD Pemprov Jatim baik saat dilihat maupun tidak dilihat oleh orang lain,” pesannya.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang adaptif sekaligus produktif di era double disrupsi diperlukan pemahaman atas cara berpikir yang tepat.

“Segala sesuatu harus dimulai dari pikiran. Kalau kita berpikir akan gagal, maka kita akan gagal,” tegasnya.

Untuk itu, ada lima hal yang perlu dirubah untuk mendapatkan cara berpikir yang tepat, yaitu, cara pikir, persepsi, ekspektasi, sikap, tingkah laku dan performa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *