
Setelah ia melihat anaknya kurang berkonsentrasi dengan pelajaran sekolah. Ia asyik dengan dunianya sendiri, seperti anak autis pada umumnya.
“Larena Vincent hobinya melukis, saya anggap ini talenta yang diberikan oleh Tuhan, maka saya undang guru melukis dan desainer untuk membimbing dan mengembangkan talentanya,” ujar Rudy.
Ia terus memotivasi anaknya, sampai tumbuh rasa percaya diri, dengan kemampuan yang dimilikinya.
“Anak autis tidak bisa dipaksa menuruti kemauan orang tua, tapi orang tualah yang harus paham dengan hobi anaknya,” papar Rudy pada Beritabangsa.com, Senin (12/12/2022).
Ia mengambil contoh, anak autis yang mempunyai hobi musik, tidak bisa dipaksa jadi pelukis atau ahli listrik. “Nggak nyambung,” katanya.
Pada pameran ini Vincent mewakili, VinAutism Gallery dan menampilkan berbagai karya seni lukis hasil karyanya dan para autis lainnya.
Lukisan ini dibuka untuk umum dan lukisan ini bercerita tentang pengalaman Vincent yang terlahir sebagai anak autis dalam menemukan jati dirinya.
VinAutism Gallery berlokasi di G Walk, Junction TL 6. Jalan Citraland Surabaya, merupakan galeri yang menjembatani para anak berkebutuhan khusus yang mempunyai talenta di bidang seni.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com


















