Pembangunan

Bangun Gedung MUI APBD Provinsi Jatim Tersedot Rp50 Miliar

64
×

Bangun Gedung MUI APBD Provinsi Jatim Tersedot Rp50 Miliar

Sebarkan artikel ini
Gedung DP MUI
Gubernur Khofifah saat Groundbreaking pembangunan gedung MUI

BERITABANGSA.COM-SURABAYA– Pembangunan gedung kantor Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Jatim di Jalan Raya Wisma Pagesangan Surabaya, dimulai, Kamis (8/12/2022) sore.

Gedung MUI ini menempati lahan aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan luas 3.045 meter persegi.

Scroll untuk melihat berita

Saat groundbreaking atau peletakan batu pertama Gubernur Jatim Khofifah menyampaikan, pembangunan gedung MUI ini sebagai salah satu ikhtiar untuk membangun peradaban Islam dan perdamaian dunia.

“Juga sebagai upaya membangun seluruh pergerakan ulama di Jatim supaya menjadi referensi serta kontribusi keilmuan bagi kemaslahatan masyarakat. Mengingat besarnya jumlah dan kedalaman keilmuan Ulama Jawa Timur, ” akunya.

Pembangunan gedung MUI ini akan menguras anggaran APBD Provinsi Jatim 2023 ini sebesar Rp 50 miliar.

Pengerjaannya akan dilelang sehingga pembangunan pondasi yang memakai anggaran dari P-APBD 2022 sebesar Rp6 miliar dan APBD Pemprov Jatim 2023 sebesar Rp44 miliar.

“Ini sudah ketok palu APBD 2023 pada tanggal 10 November 2022, jadi anggarannya sudah siap Rp 44 miliar untuk total pembangunan. Untuk pondasinya Rp 5 miliar dan Detail Enginering Design (DED) anggarannya sebesar Rp 1 miliar, totalnya Rp 50 miliar,” terangnya.

Khofifah mengatakan dua tahun lalu, dia baru mengetahui jika MUI Jatim belum memiliki kantor yang representatif.

“Kantor MUI di gang sempit. Kemudian kita koordinasi di titik mana kira-kira yang memungkinkan dan representatif. Titik ini ditemukan oleh Ketua MUI Jatim Kiai Mutawakkil Alallah,” ujarnya.

Secara teknis, metode penetapan status aset milik daerah untuk dioperasikan oleh pihak lain (MUI) memdomani Permendagri nomor 19 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

“Sesuai target bulan September atau November 2023 gedung selesai,” kata Khofifah.

Ketua Umum PP Muslimat NU ini menyampaikan, perjalanannya ke Ryadh- Saudi Arabia selain misi dagang juga untuk memperkenalkan kontribusi keilmuan para ulama serta seminar manuskrip karya ulama asal Indonesia khususnya Jawa Timur.

“Di sana kita temukan lebih banyak informasi lebih luas dan banyak kitab-kitab karya ulama asal Indonesia khususnya Jatim yang tersimpan dalam dokumen di Arab Saudi terutama Lembaga Arsip di Riyadh. Saya mendapat informasi bahwa karya Ulama Indonesia termasuk Jawa Timur juga tersimpan di Museum dan perpustakaan di Inggris serta Belanda,” jelasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *